
Presiden Prabowo Subianto mendapat apresiasi dari Raja Yordania, Abdullah II ibn Al Hussein, atas komitmen Indonesia dalam mendorong solusi dua negara untuk Palestina. Pertemuan bilateral antara kedua negara berlangsung di Istana Basman, Amman, pada 25 Februari 2026. Dalam pertemuan tersebut, Raja Yordania menyatakan bahwa peran Indonesia sangat penting dalam dinamika kawasan Timur Tengah.
Apresiasi ini bukan datang dari hal yang biasa. Raja Abdullah II secara langsung menyebut bahwa komitmen Indonesia terhadap perdamaian di Palestina adalah langkah strategis yang bisa membuka jalan bagi masa depan yang lebih baik. Ia juga menilai bahwa stabilitas kawasan tidak hanya penting bagi negara-negara di Timur Tengah, tetapi juga bagi masyarakat internasional secara luas.
Peran Indonesia dalam Diplomasi Internasional
Indonesia selama ini dikenal sebagai negara yang konsisten dalam mendukung hak-hak Palestina. Namun, komitmen ini bukan sekadar retorika. Indonesia aktif di berbagai forum internasional dan terus mendorong solusi damai yang adil. Dalam konteks ini, solusi dua negara menjadi salah satu pendekatan yang terus digaungkan.
Solusi dua negara sendiri merujuk pada gagasan pembentukan dua negara terpisah, Israel dan Palestina, yang hidup berdampingan secara damai dalam batas-batas yang diakui secara internasional. Pendekatan ini didukung oleh banyak negara dan organisasi internasional, termasuk PBB, sebagai jalan menuju perdamaian yang berkelanjutan.
1. Sejarah Pendekatan Indonesia terhadap Konflik Palestina
Sejak kemerdekaan pada tahun 1945, Indonesia telah lama menjadi suara kuat bagi rakyat Palestina. Negara ini tidak hanya menyuarakan dukungan secara moral, tetapi juga secara nyata melalui berbagai bentuk diplomasi aktif.
2. Pembentukan Dewan Perdamaian
Salah satu langkah konkret yang diambil adalah pembentukan Dewan Perdamaian yang dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo. Dewan ini bertujuan untuk memperkuat posisi Indonesia dalam diplomasi perdamaian global, khususnya terkait Palestina.
3. Penegasan di Berbagai Forum Internasional
Indonesia terus menegaskan dukungan terhadap kemerdekaan Palestina di berbagai forum multilateral. Termasuk dalam pertemuan PBB, ASEAN, dan organisasi regional lainnya. Langkah ini menunjukkan bahwa Indonesia tidak ingin hanya menjadi penonton, tetapi aktor penting dalam diplomasi internasional.
4. Kecaman terhadap Aneksasi Ilegal Israel
Indonesia juga secara tegas mengecam aneksasi ilegal Israel di Tepi Barat. Langkah ini menjadi bagian dari sikap konsisten Indonesia dalam menolak pelanggaran hukum internasional yang merugikan rakyat Palestina.
Kerja Sama Indonesia-Yordania yang Semakin Erat
Pertemuan antara Presiden Prabowo dan Raja Abdullah II tidak hanya membahas Palestina. Hubungan bilateral antara Indonesia dan Yordania juga menjadi fokus utama. Kedua negara telah menjalin hubungan diplomatik selama beberapa dekade, dengan kerja sama yang mencakup berbagai bidang.
1. Kerja Sama di Bidang Pertahanan
Indonesia dan Yordania memiliki kerja sama teknologi pertahanan yang terus berkembang. Termasuk dalam hal pelatihan militer, pengembangan sistem keamanan, dan pertukaran informasi intelijen.
2. Kerja Sama Ekonomi dan Investasi
Kedua negara juga menjalin kerja sama ekonomi yang saling menguntungkan. Yordania tertarik pada pengalaman Indonesia dalam pengembangan sektor pertanian dan energi terbarukan. Sementara Indonesia melihat peluang investasi di bidang pariwisata dan teknologi informasi.
3. Potensi Pengembangan Teknologi Hijau
Dalam pertemuan tersebut, dibahas juga potensi kolaborasi dalam pengembangan teknologi hijau. Yordania memiliki potensi besar dalam energi surya dan angin, sedangkan Indonesia memiliki pengalaman dalam pengembangan energi terbarukan skala kecil.
Peran Yordania dalam Isu Palestina
Yordania memiliki hubungan historis yang erat dengan Palestina. Negara ini menjadi tuan rumah bagi sebagian besar pengungsi Palestina sejak konflik dimulai. Oleh karena itu, dukungan Yordania terhadap solusi dua negara sangat penting.
1. Dukungan Terhadap Negosiasi Damai
Yordania selalu mendukung negosiasi damai antara Israel dan Palestina. Negara ini percaya bahwa perdamaian hanya bisa dicapai melalui dialog yang inklusif dan berkelanjutan.
2. Kesiapan Menjadi Mediator
Dalam beberapa kesempatan, Yordania menyatakan kesiapan menjadi mediator dalam proses perdamaian. Pengalaman historis dan hubungan yang baik dengan berbagai pihak menjadikan Yordania sebagai calon mediator yang potensial.
3. Peran dalam Komunitas Internasional
Sebagai anggota Liga Arab dan OKI, Yordania terus mendorong komunitas internasional untuk lebih aktif dalam menyelesaikan konflik Palestina. Negara ini juga mendorong pembentukan mekanisme baru untuk mempercepat proses perdamaian.
Strategi Indonesia dalam Mendukung Palestina
Indonesia tidak hanya menyuarakan dukungan, tetapi juga memiliki strategi konkret dalam mendukung Palestina. Strategi ini melibatkan berbagai sektor, mulai dari diplomasi hingga bantuan kemanusiaan.
1. Diplomasi Multilateral
Indonesia aktif di berbagai forum multilateral untuk mendorong keadilan bagi Palestina. Termasuk dalam PBB, ASEAN, dan OKI. Indonesia juga terus mendorong agar isu Palestina tetap menjadi agenda prioritas.
2. Bantuan Kemanusiaan
Indonesia memberikan bantuan kemanusiaan secara rutin kepada rakyat Palestina. Bantuan ini mencakup kebutuhan dasar seperti makanan, obat-obatan, dan bahan bakar.
3. Penguatan Lembaga Internasional
Indonesia juga mendorong penguatan lembaga internasional yang berfokus pada hak asasi manusia dan hukum internasional. Termasuk dalam hal ini adalah Dewan Hak Asasi Manusia PBB dan Mahkamah Internasional.
4. Peningkatan Kapasitas Masyarakat Sipil
Indonesia membantu penguatan kapasitas masyarakat sipil Palestina. Termasuk dalam hal ini adalah pelatihan jurnalistik, penguatan lembaga swadaya masyarakat, dan peningkatan kapasitas lembaga pendidikan.
Tantangan dan Peluang ke Depan
Meskipun komitmen Indonesia kuat, tantangan dalam mendorong solusi dua negara tetap ada. Dinamika politik regional dan global terus berubah, dan situasi di Palestina semakin kompleks.
1. Ketidakpastian Politik di Israel
Perubahan pemerintahan di Israel sering kali memengaruhi proses perdamaian. Ketidakpastian ini membuat negosiasi menjadi lebih sulit dan membutuhkan pendekatan yang lebih fleksibel.
2. Peran Amerika Serikat
Amerika Serikat tetap menjadi aktor penting dalam proses perdamaian. Namun, kebijakan AS terhadap Israel sering kali dianggap tidak seimbang. Indonesia terus mendorong agar AS memainkan peran yang lebih netral.
3. Perubahan Geopolitik Global
Perubahan geopolitik global, termasuk meningkatnya pengaruh negara-negara Asia, membuka peluang baru bagi diplomasi perdamaian. Indonesia bisa memanfaatkan posisinya sebagai negara besar di Asia Tenggara untuk memperkuat diplomasi multilateral.
Perbandingan Pendekatan Negara dalam Mendukung Palestina
| Negara | Pendekatan Utama | Komitmen terhadap Solusi Dua Negara |
|---|---|---|
| Indonesia | Diplomasi aktif, bantuan kemanusiaan | Tinggi |
| Yordania | Mediasi, dukungan negosiasi damai | Tinggi |
| Turki | Deklarasi politik, kritik terbuka | Sedang |
| Malaysia | Diplomasi OKI, bantuan kemanusiaan | Tinggi |
| Iran | Dukungan retorika, bantuan tidak langsung | Rendah |
Kesimpulan
Apresiasi dari Raja Yordania terhadap komitmen Indonesia menunjukkan bahwa peran negara dalam diplomasi internasional semakin diakui. Dukungan terhadap solusi dua negara bukan hanya isu politik, tetapi juga bagian dari tanggung jawab moral sebagai negara yang menjunjung tinggi keadilan internasional.
Indonesia dan Yordania memiliki visi yang selaras dalam mendorong perdamaian di Palestina. Kerja sama bilateral yang terus berkembang juga membuka peluang baru dalam berbagai bidang, termasuk teknologi, ekonomi, dan pertahanan.
Namun, tantangan tetap ada. Dinamika politik global dan regional membutuhkan pendekatan yang adaptif dan strategis. Indonesia harus terus memperkuat diplomasi multilateral dan menjaga konsistensi dalam mendukung hak-hak Palestina.
Disclaimer: Informasi dalam artikel ini berdasarkan data dan peristiwa hingga Februari 2026. Perkembangan situasi politik dan diplomatik dapat berubah sewaktu-waktu.





