
Nuzulul Quran atau Hari Turunnya Al-Qur’an menjadi salah satu peristiwa penting dalam sejarah Islam. Perayaan ini biasanya jatuh pada tanggal 17 Ramadan, berdasarkan kalender Hijriah. Namun, karena perbedaan metode penanggalan dan penentuan awal bulan, tanggal jatuhnya Nuzulul Quran bisa berbeda antara lembaga atau pihak yang satu dengan lainnya.
Di Indonesia, dua pihak utama yang sering berbeda dalam penanggalan hari besar Islam adalah Pemerintah melalui Kementerian Agama dan ormas Islam Muhammadiyah. Perbedaan ini terjadi karena Muhammadiyah menggunakan metode hisab (perhitungan astronomi), sedangkan pemerintah mengacu pada rukyatul hilal (pengamatan bulan secara fisik).
Tahun 2026, perayaan Nuzulul Quran kembali menjadi sorotan karena akan ada perbedaan tanggal antara pemerintah dan Muhammadiyah. Perbedaan ini bukan hal baru, tapi tetap menjadi pembahasan menarik di kalangan umat Islam.
Tanggal Nuzulul Quran 2026 Menurut Pemerintah dan Muhammadiyah
Tanggal perayaan Nuzulul Quran ditentukan berdasarkan kalender Hijriah. Namun, karena sistem penanggalan ini tidak selalu sinkron dengan kalender Masehi, maka tanggal jatuhnya pun bisa berbeda tergantung metode yang digunakan.
1. Penanggalan Nuzulul Quran Menurut Pemerintah
Pemerintah Indonesia menetapkan tanggal Nuzulul Quran berdasarkan rukyatul hilal. Artinya, penentuan awal bulan Ramadan dilakukan melalui pengamatan bulan secara langsung. Jika hilal tidak terlihat karena faktor cuaca atau lainnya, maka bulan sebelumnya (yaitu Sya’ban) tetap dihitung 30 hari.
Menurut data dari Kementerian Agama RI, Nuzulul Quran 2026 jatuh pada:
Tanggal 5 April 2026 (Masehi)
Tanggal ini bersesuaian dengan 17 Ramadan 1447 H. Penetapan ini dilakukan setelah rukyatul hilal dilakukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
2. Penanggalan Nuzulul Quran Menurut Muhammadiyah
Muhammadiyah menggunakan sistem hisab atau perhitungan ilmiah untuk menentukan awal bulan. Metode ini dianggap lebih presisi karena tidak bergantung pada pengamatan fisik yang bisa terpengaruh oleh faktor cuaca.
Berdasarkan perhitungan hisab, Muhammadiyah menetapkan bahwa Nuzulul Quran 2026 jatuh pada:
Tanggal 4 April 2026 (Masehi)
Tanggal ini juga bersesuaian dengan 17 Ramadan 1447 H, namun dengan perhitungan yang sedikit berbeda dari pemerintah.
Perbandingan Tanggal Nuzulul Quran 2026
Untuk lebih jelasnya, berikut tabel perbandingan penanggalan Nuzulul Quran 2026 antara pemerintah dan Muhammadiyah:
| Lembaga | Tanggal Masehi | Tanggal Hijriah | Metode Penanggalan |
|---|---|---|---|
| Pemerintah (Kemenag) | 5 April 2026 | 17 Ramadan 1447 H | Rukyatul Hilal |
| Muhammadiyah | 4 April 2026 | 17 Ramadan 1447 H | Hisab |
Perbedaan satu hari ini memang terlihat kecil, tapi cukup bermakna bagi umat Islam yang menjalankan perayaan sesuai dengan keyakinan dan metode yang mereka ikuti.
Mengapa Ada Perbedaan Penanggalan?
Perbedaan penanggalan ini bukanlah hal yang baru. Sejak lama, dunia Islam sudah mengenal dua metode penentuan awal bulan: rukyat dan hisab. Masing-masing memiliki dasar dan filosofi tersendiri.
1. Rukyatul Hilal
Rukyatul hilal adalah metode yang digunakan oleh pemerintah Indonesia. Metode ini mengandalkan pengamatan fisik terhadap hilal atau bulan sabit setelah matahari terbenam. Jika hilal terlihat, maka bulan baru dinyatakan dimulai. Jika tidak, maka bulan sebelumnya dihitung penuh 30 hari.
Kelebihan dari metode ini adalah bahwa ia menghidupkan tradisi nabi Muhammad SAW yang menekankan pentingnya pengamatan langsung. Namun, kelemahannya adalah bahwa hasilnya bisa berbeda tergantung lokasi dan kondisi cuaca.
2. Hisab
Hisab adalah metode yang digunakan oleh Muhammadiyah. Metode ini menggunakan perhitungan astronomi untuk menentukan posisi bulan dan matahari. Hasilnya lebih konsisten dan dapat diprediksi jauh hari sebelumnya.
Kelebihan utama hisab adalah konsistensi dan kepastian. Namun, sebagian kalangan merasa bahwa metode ini kurang mengandung nilai spiritual dan pengalaman langsung seperti rukyat.
Apa yang Dilakukan Umat Islam Saat Nuzulul Quran?
Perayaan Nuzulul Quran biasanya diisi dengan berbagai kegiatan keagamaan yang bermakna. Meskipun tidak sebesar perayaan Idul Fitri atau Idul Adha, perayaan ini tetap menjadi momen penting untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan.
1. Membaca Al-Qur’an
Salah satu kegiatan utama saat Nuzulul Quran adalah membaca Al-Qur’an. Banyak umat Islam yang memanfaatkan momen ini untuk membaca ulang kitab suci tersebut atau mempelajari maknanya lebih dalam.
2. Ceramah dan Ta’lim
Masjid dan musholla sering mengadakan ceramah atau ta’lim khusus yang membahas tentang pentingnya Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. Topiknya bisa mulai dari tafsir, hikmah turunnya Al-Qur’an, hingga relevansinya di zaman modern.
3. Shalat Malam dan Doa
Shalat malam dan doa juga menjadi bagian dari perayaan Nuzulul Quran. Banyak yang memanfaatkan malam hari untuk berdoa memohon ampunan dan keberkahan dari Allah SWT.
Kapan Lagi Nuzulul Quran Tahun Depan?
Kalender Hijriah berjalan lebih cepat sekitar 10 hingga 11 hari dari kalender Masehi. Artinya, setiap tahun, tanggal Masehi untuk hari besar Islam akan bergeser ke awal tahun.
Berdasarkan perhitungan awal, Nuzulul Quran 2027 diperkirakan akan jatuh sekitar pertengahan Maret 2027. Namun, tanggal pastinya baru akan ditetapkan menjelang Ramadan 1448 H.
Kesimpulan
Perayaan Nuzulul Quran 2026 akan menjadi momen yang menarik karena ada perbedaan penanggalan antara pemerintah dan Muhammadiyah. Pemerintah menetapkan tanggal 5 April 2026, sedangkan Muhammadiyah menetapkan 4 April 2026. Perbedaan ini berasal dari metode penanggalan yang digunakan: rukyatul hilal dan hisab.
Meski ada perbedaan, keduanya tetap menghormati satu sama lain. Umat Islam pun tetap bisa merayakan hari besar ini dengan cara masing-masing, baik itu dengan membaca Al-Qur’an, mengikuti ceramah, atau melaksanakan shalat malam.
Perayaan ini mengingatkan kita akan pentingnya Al-Qur’an sebagai pedoman hidup. Momen ini juga menjadi kesempatan untuk memperdalam pemahaman dan penghayatan terhadap isi dan pesan Al-Qur’an.
Disclaimer
Tanggal yang disebutkan dalam artikel ini bersifat estimasi berdasarkan data yang tersedia hingga April 2025. Penetapan resmi tanggal Nuzulul Quran 2026 akan dilakukan menjelang Ramadan 1447 H oleh masing-masing lembaga. Data bisa berubah tergantung hasil rukyat atau hisab yang dilakukan secara aktual.





