Francesco Bagnaia sampai sekarang masih mencerna kekalahan besar yang dialami Ducati di . Bukan cuma kalah, tapi gagal menembus podium untuk pertama kalinya dalam 88 balapan berturut-turut. Angka itu adalah rekor luar biasa yang dibangun sejak 2021, dan putusnya rekor itu jelas jadi kejutan besar di awal musim.

Performa Ducati yang biasanya dominan terlihat jauh dari harapan. Bahkan Bagnaia, juara dunia dua kali berturut-turut, hanya finis di kesembilan. Di balik hasil itu, ada banyak pertanyaan soal apa yang sebenarnya terjadi pada motor dan strategi tim. Apalagi, sepanjang tes pramusim, semuanya terlihat begitu baik.

Rekor Panjang Ducati yang Terputus

Rekor podium Ducati yang terputus bukan hal biasa. Sejak British Grand Prix 2021, tidak ada satu seri pun di mana Ducati tidak punya wakil di podium. Angka 88 balapan beruntun di tiga besar adalah bukti dominasi mereka selama lima tahun terakhir. Tapi semua itu berakhir di Sirkuit Buriram.

Tahun Rekor Podium Beruntun Terputus di
2021 Mulai dari British GP Thailand GP
2022 Berlanjut
2023 Berlanjut
2024 Berlanjut
2025 Berlanjut
Baca Juga:  Motorola Edge 70 Fusion Hadir dengan Baterai Jumbo 7.000 mAh dan Layar Super Responsif 144 Hz!

Hasil terbaik yang diraih Ducati di Thailand 2026 adalah di posisi keenam. Sementara Bagnaia, yang biasanya jadi andalan utama, hanya bisa finis di posisi kesembilan. Tidak ada pembalap Ducati lain yang bisa menembus posisi lima besar.

1. Kondisi Motor yang Tak Sesuai Ekspektasi

Salah satu faktor utama yang disorot adalah kondisi motor Ducati yang tidak berjalan sesuai harapan. Meskipun performa di tes pramusim terlihat menjanjikan, saat balapan dimulai, motor terasa berbeda.

Bagnaia sendiri mengaku bahwa motor yang digunakan tidak bisa ditekan di lintasan. Terutama saat masuk tikungan, motor terasa kurang stabil dan sulit dikendalikan.

2. Kesalahan Strategi Tim

Strategi tim juga jadi bahan evaluasi. Banyak pihak menilai bahwa pilihan ban dan timing pit stop tidak optimal. Apalagi, di tengah balapan, beberapa pembalap Ducati justru mengalami masalah teknis yang memaksa mereka keluar dari posisi depan.

3. Insiden yang Mengganggu Performa

Beberapa juga turut memengaruhi hasil akhir. Marc Márquez terpaksa mundur lebih awal karena ban belakang setelah menghantam kerb. Álex Márquez juga gagal finis karena kecelakaan.

Aprilia Tampil Dominan di Sirkuit Buriram

Berbeda dengan Ducati, Aprilia justru tampil sangat percaya diri. Marco Bezzecchi sukses meraih kemenangan pertama di musim ini dengan margin yang cukup besar. Ia finis lebih dari lima detik di depan pembalap KTM, Pedro Acosta.

Posisi Pembalap Tim
1 Marco Bezzecchi Aprilia Racing
2 Pedro Acosta KTM Ajo
3 Raúl Fernández Aprilia Racing

Dua pembalap Aprilia di podium menunjukkan bahwa motor RS-GP mereka sudah siap bersaing di level tertinggi. Performa mesin dan aerodinamika motor terlihat sangat kompetitif sejak sesi latihan bebas.

Baca Juga:  Bagnaia Blak-blakan Penyebab Performa Buruknya di MotoGP 2025, Intervensi Berlebihan Jadi Biang Keroknya!

1. Kekuatan Mesin Aprilia

Mesin Aprilia yang lebih hemat dan efisien jadi salah satu kunci kemenangan Bezzecchi. Di lintasan Buriram yang panas, motor ini terbukti lebih stabil dan tidak mudah kehilangan performa.

2. Strategi Balapan yang Tepat

Aprilia juga dibilang punya strategi balapan yang lebih tepat. Timing pit stop yang pas dan pilihan ban yang cocok dengan kondisi lintasan membuat mereka bisa mengontrol balapan dari awal hingga akhir.

3. Kesiapan Mental Pembalap

Selain itu, kesiapan mental pembalap Aprilia juga terlihat sangat baik. Marco Bezzecchi tampil tenang dan konsisten sepanjang balapan, meski di beberapa lap awal sempat tertekan oleh pembalap KTM.

Bagnaia Akui Ducati Tak Lagi Tercepat

Setelah balapan, Bagnaia secara terbuka mengakui bahwa Ducati saat ini tidak lagi menjadi tim tercepat di grid. Ia menyebut bahwa Aprilia dan KTM sudah menunjukkan performa yang lebih baik.

“Kami tidak bisa menyangkal bahwa motor kami tidak secepat yang kami harapkan. Di tes pramusim, kami merasa kompetitif. Tapi saat balapan dimulai, semuanya berubah,” ujar Bagnaia.

1. Evaluasi Teknis Mendalam

Tim Ducati pun mulai melakukan evaluasi mendalam terhadap performa motor. Mulai dari aerodinamika, mesin, hingga pengaturan elektronik. Semua elemen akan diperiksa ulang untuk mencari akar masalah.

2. Penyesuaian untuk Sirkuit Berikutnya

Ducati juga akan melakukan penyesuaian untuk sirkuit-sirkuit berikutnya. Karena setiap lintasan punya karakteristik berbeda, mereka harus bisa menyesuaikan motor agar lebih adaptif.

3. Fokus pada Kualifikasi

Salah satu area yang harus diperbaiki adalah performa di sesi kualifikasi. Bagnaia yang biasanya jago di Q2 kali ini terlihat kesulitan. Ini jadi PR besar tim untuk balapan-balapan selanjutnya.

Baca Juga:  7 Wilayah Puncak Musim Hujan 2026 Menurut BMKG, Waspada Banjir dan Longsor!

Persaingan MotoGP 2026 Makin Terbuka

Hasil di Thailand 2026 membuka peluang besar bagi tim lain untuk bersaing di puncak klasemen. Dominasi Ducati yang selama ini tak tergoyahkan mulai mendapat tantangan serius dari Aprilia dan KTM.

Tim Performa di Thailand Potensi Musim Ini
Ducati Gagal podium Perlu evaluasi besar
Aprilia Dominan Sangat kompetitif
KTM Podium Bersaing di depan
Honda Stabil Perlu peningkatan
Di tengah Masih mencari ritme

Dengan hasil ini, tidak ada tim yang bisa merasa aman di posisi puncak. Semua harus terus berinovasi dan beradaptasi agar tidak tertinggal di tengah persaingan yang makin ketat.

1. KTM Siap Naik Kelas

KTM yang selama ini dianggap sebagai tim kedua setelah Ducati, kini mulai menunjukkan taring. Pedro Acosta yang finis di posisi kedua menunjukkan bahwa RC16 mereka sudah siap bersaing di level tertinggi.

2. Aprilia Punya Momentum

Aprilia punya momentum besar setelah kemenangan di Thailand. Jika mereka bisa menjaga performa ini, bukan tak mungkin mereka bisa meraih gelar juara dunia musim ini.

3. Yamaha dan Honda Harus Cepat Adaptasi

Sementara itu, Yamaha dan Honda masih berjuang mencari ritme terbaik. Mereka harus cepat adaptasi jika tidak ingin tertinggal jauh di klasemen sementara.

Penutup: Awal Musim yang Penuh Kejutan

2026 memang baru memasuki babak pertama, tapi sudah memberikan banyak kejutan. Rekor panjang Ducati yang terputus, Aprilia yang naik daun, dan KTM yang semakin percaya diri, semua ini menandakan bahwa musim ini akan sangat menarik.

Bagnaia dan tim Ducati punya banyak PR di depan mata. Tapi dengan pengalaman dan mental juara, tidak menutup kemungkinan mereka bisa bangkit di balapan-balapan berikutnya.

Disclaimer: Data dan hasil balapan bisa berubah tergantung perkembangan teknis dan kondisi lintasan di setiap seri. Informasi dalam ini bersifat terkini hingga tanggal publikasi.