Dunia kembali berduka. Riono Asnan, legenda dan mantan pemain Timnas Indonesia, meninggal dunia pada Rabu, 4 2026, dalam usia 68 tahun. Kabar duka ini langsung menyebar luas melalui resmi dan langsung menyentuh banyak pihak, khususnya keluarga besar Persebaya.

Riono dikenal sebagai sosok yang membawa semangat khas “Arek Suroboyo” ke dalam setiap pertandingan. Ia bukan hanya seorang pemain, tapi juga simbol karakter keras dan gigih yang selama ini menjadi ciri khas skuad Bajul Ijo. Kepergiannya menjadi kehilangan besar bagi dunia sepak bola Tanah Air.

Persebaya Berduka, Mengenang Jasa Sang Legenda

Manajemen Persebaya Surabaya langsung menyampaikan belasungkawa melalui Ketua Panitia Pelaksana, Ram Surahman. Ia menyebut bahwa Riono Asnan telah memberikan kontribusi besar tak hanya untuk klub, tapi juga untuk sepak bola Indonesia secara keseluruhan.

Ram Surahman menegaskan bahwa Riono adalah sosok yang terus menjadi inspirasi bagi generasi muda pemain Persebaya. Ia mengingat sosoknya sebagai pemain yang memperkuat nilai-nilai luhur klub sejak era awal Persebaya modern.

Baca Juga:  Gasperini Tantang Roma Hadapi Juve dengan Sepak Bola yang Memukau!

1. Karakter Khas Arek Suroboyo yang Tak Terlupakan

Riono Asnan lahir di Surabaya pada 15 Januari 1958. Ia dikenal sebagai pemain yang gigih, disiplin, dan memiliki semangat juang tinggi. Ram Surahman menyebut bahwa karakter inilah yang membuat Riono menjadi representasi nyata dari “Arek Suroboyo” di lapangan hijau.

Nilai-nilai seperti ketangguhan, loyalitas, dan semangat pantang menyerah yang dimiliki Riono terus menjadi warisan penting bagi Persebaya. Manajemen klub hingga kini masih menjaga dan menanamkan nilai-nilai tersebut kepada para pemain muda.

2. Warisan yang Tetap Hidup di Setiap Generasi

Karakter yang dibawa Riono bukan sekadar gaya bermain, tapi juga etos kerja dan integritas. Ia menjadi bukti bahwa pemain lokal bisa bersaing di level nasional dan bahkan internasional. Semangatnya terus menjadi teladan bagi para pemain yang datang setelahnya.

Manajemen Persebaya menyebut bahwa karakter “Arek Suroboyo” yang diperjuangkan Riono tetap dilestarikan hingga saat ini. Dari pembinaan usia muda hingga level profesional, nilai-nilai itu tetap menjadi fondasi penting dalam pembentukan mental pemain.

Jejak Karier Riono Asnan di Timnas dan Klub

Riono Asnan memulai kariernya di usia muda dengan bergabung di tim PSSI Muda pada tahun 1978. Ia kemudian menjadi bagian dari skuad yang tampil di President Cup tahun 1979, dan tak lama setelah itu, namanya masuk dalam Timnas Indonesia.

1. Debut di Timnas dan Perjalanan Internasional

Sejak tahun 1979 hingga 1983, Riono menjadi tulang punggung lini pertahanan Timnas Indonesia. Ia tampil di berbagai turnamen bergengsi, termasuk:

  • Jakarta Anniversary Cup
  • Piala Dunia 1982 melawan Australia
  • Pestabola Merdeka di Malaysia
  • SEA Games 1983 di Singapura
Baca Juga:  Kesiapan Timnas U17 Indonesia Setelah Dapat Grup Neraka di Piala AFF! Kurniawan Dwi Yulianto Buka Suara
Tahun Ajang Keterangan
1979 President Cup Debut bersama Timnas Indonesia
1982 Kualifikasi Piala Dunia Melawan Australia
1983 SEA Games Bersama skuad Indonesia di Singapura
1983 Pestabola Merdeka Bersama Timnas Indonesia di Malaysia

2. Peran Kunci di Klub-Klub Nasional

Selain membela Timnas, Riono juga memperkuat beberapa klub nasional, termasuk Persebaya Surabaya, NIAC Mitra, Tunas Inti, dan BPD Jateng. Di klub-klub tersebut, ia dikenal sebagai pemain yang konsisten dan profesional.

Di Persebaya, Riono menjadi salah satu pilar penting dalam sejarah klub. Ia tidak hanya berkontribusi sebagai pemain, tapi juga sebagai pelatih dan asisten pelatih di masa-masa akhir kariernya.

Dari Pemain ke Pelatih: Perjalanan Riono Asnan di Dunia Sepak Bola

Setelah pensiun sebagai pemain, Riono tidak langsung meninggalkan dunia sepak bola. Ia melanjutkan perjalanan kariernya sebagai pelatih dan membawa semangat yang sama ke bangku pelatih.

1. Awal Kiprah sebagai Pelatih

Riono mulai meniti karier kepelatihan saat masih membela BPD Jateng. Ia berperan ganda sebagai pemain sekaligus asisten pelatih di bawah Joko Malis. Pengalamannya di lapangan memberikan bekal berharga dalam memahami taktik dan mental tim.

2. Melatih Berbagai Klub di Indonesia

Setelah sepenuhnya pensiun sebagai pemain, Riono aktif melatih di sejumlah klub besar di Indonesia. Beberapa klub yang pernah ia latih antara lain:

  • Persebaya Surabaya
  • PSIS Semarang
  • Persijap Jepara
  • Persiku Kudus
  • Persik Kediri
  • Persid Jember
Klub Periode Peran
Persebaya Surabaya 1990-an – 2000-an Pelatih dan asisten pelatih
PSIS Semarang 2000-an Pelatih
Persijap Jepara 2010-an Pelatih
Persiku Kudus 2010-an Pelatih
Persik Kediri 2010-an Pelatih
Persid Jember 2020-an Pelatih

Warisan Abadi yang Tetap Menginspirasi

Riono Asnan tidak hanya dikenang sebagai pemain hebat, tapi juga sebagai pelatih yang membawa semangat “Arek Suroboyo” ke mana pun ia berada. Ia adalah sosok yang menjunjung tinggi sportivitas dan loyalitas, dua nilai yang kini terus dijaga oleh Persebaya Surabaya.

Baca Juga:  Borneo FC Siap Hadiahkan Kemenangan Manis di Ulang Tahun ke-12 Saat Lawan Persebaya Surabaya!

1. Nilai-nilai yang Dijaga Hingga Kini

Karakter yang dibawa Riono selama kariernya menjadi bagian dari DNA Persebaya. Manajemen klub terus memastikan bahwa nilai-nilai seperti ketangguhan, disiplin, dan semangat juang tetap menjadi bagian dari setiap generasi pemain.

2. Inspirasi Bagi Generasi Muda

Bagi banyak pelatih dan pemain muda, Riono adalah sosok yang menginspirasi. Ia membuktikan bahwa dengan kerja keras dan komitmen, seorang pemain lokal bisa mencapai level tertinggi, baik di level klub maupun nasional.

Mengenang Sosok yang Tak Pernah Dilupakan

Riono Asnan adalah lebih dari sekadar legenda sepak bola. Ia adalah simbol semangat dan karakter khas Surabaya yang tak pernah pudar. Kepergiannya menjadi pengingat bahwa warisan sejati seorang pemain bukan hanya dari gol atau pertandingan yang dimenangkan, tapi juga dari nilai-nilai yang ditinggalkan.

Persebaya Surabaya dan seluruh dunia sepak bola Indonesia kehilangan sosok yang selama ini menjadi panutan. Namun, semangat dan nilai-nilai yang dibawa Riono akan terus hidup dalam setiap langkah perjalanan klub dan sepak bola Tanah Air.


Disclaimer: Informasi dalam ini bersumber dari pernyataan resmi PSSI dan manajemen Persebaya Surabaya per tanggal 4 Maret 2026. Data dan pernyataan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan perkembangan terkini.