
Suasana di SPBU Jalan A.H Nasution, Medan, Kamis (5/3/2026) malam terasa berbeda. Ratusan kendaraan memadati area pom bensin itu, antrean panjang terlihat jelas bahkan sampai ke jalan raya. Sepeda motor, mobil pribadi, hingga kendaraan komersial berjejer rapi, menunggu giliran mengisi bahan bakar minyak (BBM). Bukan karena harga promo atau layanan istimewa, tapi karena ketakutan masyarakat akan kelangkaan BBM.
Isu kelangkaan ini muncul terutama akibat ketegangan global yang berpotensi memengaruhi pasokan energi dunia. Banyak warga yang memilih berjaga-jaga dengan mengisi BBM lebih awal, meski belum benar-benar kehabisan. Antrean yang biasanya hanya terjadi di jam sibuk, kini terus berlangsung hingga larut malam.
Antrean Panjang di SPBU Medan Jadi Sorotan
Kejadian di SPBU A.H Nasution bukan fenomena terisolasi. Di beberapa titik lain di Kota Medan, kondisinya tak jauh berbeda. SPBU Ngumban Surbakti, Jamin Ginting, dan Johor juga dilanda antrean panjang. Kendaraan terus berdatangan, seolah ingin memastikan tangki mereka terisi penuh sebelum ada kekosongan.
Warga yang biasanya hanya mengisi BBM seperlunya, kini tampak rela menunggu hingga 30 menit, bahkan lebih. Tidak sedikit yang mengaku mengantre lebih dari satu jam hanya untuk mendapatkan solar. Padahal, pemerintah sudah menyatakan bahwa stok BBM nasional masih aman untuk beberapa minggu ke depan.
1. Ketakutan Warga pada Isu Kelangkaan BBM
Salah satu penyebab utama antrean panjang adalah rasa takut masyarakat terhadap isu kelangkaan BBM. Isu ini semakin diperkuat dengan beredarnya informasi di media sosial tentang potensi gangguan pasokan akibat ketegangan internasional. Banyak warga yang memilih berjaga-jaga dengan mengisi BBM lebih awal.
"Ini saya mengisi stok besok untuk kerja, jaga-jaga mana tau ada kesulitan," ujar Jhony Sembiring, warga setempat.
Meski pemerintah sudah menjamin ketersediaan BBM, persepsi publik tetap berpengaruh besar. Ketakutan ini membuat warga lebih proaktif dalam mengamankan kebutuhan bahan bakar mereka.
2. Antrean Solar Lebih Panjang Dibandingkan BBM Lainnya
Salah satu jenis BBM yang paling dicari adalah solar. Banyak pengguna kendaraan komersial dan alat berat yang mengeluhkan sulitnya mendapatkan solar di beberapa SPBU. Kacaribu, salah satu pengguna solar, mengaku harus mengantre hingga satu jam hanya untuk mendapatkan BBM tersebut.
"Sulit ditemukan minggu ini, gak ada di galon. Saya tidak tau kekosongan minyak solar di wilayah Sumut, yang saya tau hanya di Tanah Karo, Medan, Dairi," katanya.
Kekosongan solar ini tidak hanya mengganggu aktivitas harian, tapi juga berdampak pada sektor usaha kecil dan menengah yang bergantung pada kendaraan berbahan bakar solar.
3. Informasi yang Berkembang di Media Sosial Memicu Panic Buying
Media sosial memainkan peran besar dalam mempercepat penyebaran informasi, baik yang benar maupun yang belum tentu kebenarannya. Di tengah situasi ketidakpastian global, informasi tentang kelangkaan BBM yang beredar di platform digital langsung memicu kepanikan di kalangan masyarakat.
"Kemacetan ini menurut saya karena ketakutan masyarakat untuk ketersediaan BBM. Hal tersebut dipicu yang di media sosial membuat orang jadi takut kelangkaan BBM," ujar Jhony.
Fenomena ini dikenal sebagai panic buying, di mana masyarakat memborong barang sebelum benar-benar habis, hanya karena takut kehabisan. Ini membuat permintaan di lapangan meningkat drastis, meski pasokan masih mencukupi.
Dampak Antrean Panjang di SPBU
Antrean panjang di SPBU bukan hanya merepotkan pengguna jalan. Dampaknya juga dirasakan oleh pihak pengelola SPBU, lalu lintas, dan bahkan ekonomi lokal.
1. Kemacetan Lalu Lintas di Sekitar SPBU
Antrean kendaraan yang mengular hingga ratusan meter membuat lalu lintas di sekitar SPBU menjadi tersendat. Di jalan-jalan utama seperti A.H Nasution, kemacetan ini bisa berlangsung selama berjam-jam, terutama di malam hari ketika aktivitas kendaraan meningkat.
Pengguna jalan lain yang tidak ingin mengisi BBM pun terpaksa terjebak kemacetan. Ini menambah beban sistem transportasi kota yang sudah padat.
2. Beban Tambahan bagi Pengelola SPBU
Pihak pengelola SPBU juga merasakan tekanan ekstra. Permintaan BBM yang meningkat tiba-tiba membuat stok di beberapa titik menipis lebih cepat dari biasanya. Meski belum sampai pada titik kosong total, pengelola harus bekerja ekstra untuk memastikan distribusi BBM tetap lancar.
3. Gangguan Aktivitas Ekonomi Harian
Bagi para pengusaha kecil, seperti pedagang keliling atau sopir angkutan barang, kekosongan solar bisa mengganggu aktivitas usaha. Mereka terpaksa menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk mencari BBM, yang seharusnya bisa digunakan untuk bekerja.
Perbandingan Stok BBM di Beberapa Wilayah Sumatera Utara
Berikut adalah data perbandingan ketersediaan BBM di beberapa wilayah di Sumatera Utara berdasarkan pantauan lapangan:
| Wilayah | Ketersediaan Solar | Ketersediaan Pertalite | Ketersediaan Pertamax |
|---|---|---|---|
| Medan Kota | Terbatas | Stabil | Stabil |
| Tanah Karo | Kosong | Stabil | Stabil |
| Dairi | Kosong | Stabil | Stabil |
| Binjai | Terbatas | Stabil | Stabil |
Catatan: Data bersifat sementara dan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung distribusi dan permintaan di lapangan.
Tips Menghindari Antrean Panjang di SPBU
Bagi masyarakat yang ingin menghindari antrean panjang, ada beberapa langkah yang bisa diambil agar pengisian BBM lebih efisien.
1. Isi BBM di Jam Non-Peak
Jam sibuk seperti pagi hari sebelum berangkat kerja atau malam hari setelah pulang kerja biasanya menjadi waktu paling ramai di SPBU. Mengisi BBM di luar jam tersebut bisa menghemat waktu dan menghindari kemacetan.
2. Gunakan Aplikasi SPBU Online
Beberapa SPBU kini menyediakan layanan online untuk memesan BBM. Pengguna tinggal memesan melalui aplikasi, lalu datang ke lokasi sesuai waktu yang ditentukan tanpa harus antre.
3. Pilih SPBU Alternatif
Tidak semua SPBU mengalami antrean panjang. Memilih SPBU yang berada sedikit jauh dari pusat kota atau area padat bisa menjadi solusi. Cukup dengan pantau lokasi melalui aplikasi peta.
Rekomendasi SPBU dengan Stok Stabil di Medan
Berikut beberapa SPBU yang masih memiliki stok stabil dan antrean terkendali di Kota Medan:
- SPBU Jamin Ginting (Stok terjaga, antrean ringan)
- SPBU Ngumban Surbakti (Solar tersedia, jam operasional 24 jam)
- SPBU Johor (Stok Pertalite dan Pertamax cukup)
- SPBU Amplas (Stok lengkap, antrean terkendali)
Kesimpulan
Antrean panjang di SPBU Medan bukan hanya fenomena lokal, tapi cerminan dari ketakutan masyarakat terhadap isu global yang berdampak pada pasokan energi. Meski pemerintah sudah memastikan stok BBM aman, persepsi publik tetap menjadi faktor penting yang memicu kepanikan.
Penting bagi masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terjebak dalam panic buying. Dengan mengatur waktu pengisian BBM dan memilih SPBU yang tepat, kebutuhan bahan bakar bisa dipenuhi tanpa harus menghabiskan waktu berjam-jam di antrean.
Disclaimer: Informasi dalam artikel ini bersifat sementara dan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung perkembangan situasi di lapangan. Data stok BBM di SPBU bisa berbeda setiap hari.





