Yusuf Djamal bukan sosok yang bermaksud menjadi pengasuh anak yatim sejak awal. Semua berawal dari hobi dan ketertarikannya pada dunia sosial ketika masih muda. Namun, dari hobi itulah lahir sebuah lembaga yang kini telah membina lebih dari 80 anak yatim dan dhuafa sejak tahun 1989.

Lebih dari tiga dekade, Djamal terus menjalankan misi kemanusiaannya lewat Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) YUSOLI yang berlokasi di . Lembaga ini bukan sekadar tempat tinggal bagi anak-anak yang kehilangan orang tua atau berasal dari keluarga kurang mampu. YUSOLI menjadi rumah, sekolah, dan tempat tumbuhnya harapan.

Di tahun ini, LKSA YUSOLI kembali mendapat kunjungan dari Jakarta dalam kegiatan Social Teaching. Kegiatan seperti ini menunjukkan bahwa peran LKSA YUSOLI tidak hanya terbatas pada pengasuhan, tetapi juga menjadi pusat edukasi dan inspirasi bagi generasi muda.

Awal Mula YUSOLI: Dari Hobi Jadi Amal

Djamal memulai perjalanannya dengan yang tak biasa. Ia tidak langsung mendirikan lembaga besar, tapi mulai dari lingkungan terdekat. Awalnya, ia hanya membantu anak-anak di sekitar rumahnya yang hidup dalam keterbatasan.

  1. Mengenal Kebutuhan di Sekitar
    Djamal mulai menyadari bahwa banyak anak yatim dan dhuafa yang tidak mendapat perhatian layak. Mereka tidak hanya butuh makanan, tapi juga dan kasih sayang.

  2. Membentuk Komunitas Kecil
    Ia lalu mengumpulkan beberapa teman yang memiliki visi sama. Bersama mereka, Djamal mulai merancang program kecil-kecilan yang bertujuan membantu anak-anak ini secara langsung.

  3. Mendirikan LKSA YUSOLI (1989)
    Pada tahun 1989, LKSA YUSOLI secara berdiri. Nama YUSOLI sendiri diambil dari nama lengkap pendirinya, Muhammad Yusuf Djamal, yang diharapkan bisa menjadi simbol keberlanjutan dan kekuatan dalam menjalankan amanah.

Baca Juga:  Kapasitas Penerimaan SNBT Unimed 2026 Per Program Studi, Simak Peminatnya!

Perjalanan Panjang Menjadi Rumah bagi 81 Anak

Sejak berdiri, YUSOLI terus berkembang. Dari hanya menampung beberapa anak, kini lembaga ini telah membina 81 anak yatim dan dhuafa. Mereka bukan hanya diasuh, tapi juga dididik dan dipersiapkan untuk masa depan yang lebih baik.

1. Program Pendidikan Dasar dan Menengah

YUSOLI tidak hanya menjadi tempat tinggal. Lembaga ini juga menjalankan program pendidikan formal dan non-formal. Anak-anak yang tinggal di sini mendapat pelajaran dari guru profesional, serta pendampingan karakter dan agama.

2. Program Keterampilan dan Kewirausahaan

Selain pendidikan umum, anak-anak juga diajarkan keterampilan praktis seperti menjahit, memasak, dan kewirausahaan. Tujuannya agar mereka bisa mandiri ketika dewasa.

3. Program Kesehatan dan Gizi

Setiap anak mendapat perhatian kesehatan yang layak. YUSOLI bekerja sama dengan pusat kesehatan terdekat untuk memastikan kondisi fisik anak-anak tetap prima.

4. Program Spiritual dan Moral

Pembentukan akhlak dan spiritual menjadi bagian penting dalam program YUSOLI. Anak-anak diajarkan nilai-nilai agama, sopan santun, serta pentingnya kejujuran dan tanggung jawab.

Kehidupan Sehari-hari di YUSOLI

Hidup di YUSOLI tidak seperti asrama biasa. Setiap anak-anak menjalani rutinitas yang terstruktur, namun tetap menyenangkan. Mereka belajar, bermain, dan saling berbagi pengalaman layaknya saudara kandung.

Waktu Kegiatan
04.30 – 05.30 Shalat Berjamaah
05.30 – 06.30 Persiapan Sekolah
07.00 – 12.00 Kegiatan Sekolah
12.00 – 13.00 Makan Siang dan Istirahat
13.00 – 15.00 Les Tambahan dan Keterampilan
15.00 – 17.00 Kegiatan Ekstrakurikuler
18.00 – 19.00 Makan Malam dan Shalat Maghrib
19.00 – 20.00 Pengajian dan Evaluasi Harian
20.00 – 21.00 Istirahat dan Tidur

Peran Masyarakat dan Donatur

YUSOLI tidak bisa berdiri sendiri. Bantuan dari masyarakat dan donatur menjadi tulang punggung kelangsungan program-programnya. Setiap bantuan, besar atau kecil, sangat berarti bagi anak-anak di sini.

Baca Juga:  Cara Mudah Daftar Pelatihan Vokasi Nasional yang Diperpanjang! Syarat dan Langkahnya di Sini!

1. Donasi Rutin

Banyak donatur yang memberikan bantuan secara berkala. Dana ini digunakan untuk kebutuhan sehari-hari anak-anak seperti makanan, pakaian, dan biaya pendidikan.

2. Bantuan Fasilitas

Selain donasi uang, ada juga yang memberikan bantuan berupa fasilitas seperti peralatan sekolah, perlengkapan dapur, hingga renovasi bangunan.

3. Kegiatan Sosial dari Sekolah dan Komunitas

Seperti kunjungan dari SMAN 34 Jakarta, kegiatan sosial dari berbagai kalangan menjadi sarana edukasi dan silaturahmi. Anak-anak tidak hanya merasa diperhatikan, tapi juga termotivasi untuk terus berkembang.

Tantangan yang Dihadapi

Meski sudah berjalan lebih dari 30 tahun, YUSOLI tetap menghadapi berbagai tantangan. Mulai dari keterbatasan dana hingga kebutuhan fasilitas yang terus meningkat.

1. Keterbatasan Dana Operasional

Dengan jumlah anak yang terus bertambah, kebutuhan dana juga meningkat. Meski ada donatur tetap, namun belum cukup untuk memenuhi semua kebutuhan.

2. Kebutuhan Fasilitas yang Terus Bertambah

Bangunan dan fasilitas YUSOLI sebagian besar sudah berusia puluhan tahun. Perlu perbaikan dan peningkatan agar tetap layak huni.

3. Mempertahankan Kualitas Program

Menjaga kualitas pendidikan dan pengasuhan di tengah keterbatasan sumber daya menjadi tantangan tersendiri bagi tim pengurus.

Visi dan Misi YUSOLI ke Depan

Ke depan, YUSOLI ingin terus berkembang dan menjangkau lebih banyak anak yatim dan dhuafa. Visi besar mereka adalah mencetak generasi yang mandiri, berakhlak mulia, dan berguna bagi masyarakat.

1. Memperluas Jangkauan Program

YUSOLI berencana membuka cabang di daerah lain agar bisa membantu lebih banyak anak yang membutuhkan.

2. Meningkatkan Kualitas SDM

Peningkatan kapasitas pengurus dan pendidik menjadi prioritas agar program bisa berjalan lebih efektif dan efisien.

3. Membangun Fasilitas Baru

Rencana pembangunan gedung baru dan peningkatan fasilitas pendidikan sedang digarap. Harapannya, anak-anak bisa belajar dan berkembang dalam lingkungan yang lebih nyaman.

Baca Juga:  Mau Tahu Daya Tampung SNBT 2026? Cek di Portal SNPMB Sekarang!

Djamal: Sosok di Balik Semua Ini

Djamal bukan hanya pendiri, tapi juga ayah bagi semua anak di YUSOLI. Ia tidak pernah mengharapkan penghargaan, tapi tetap konsisten menjalankan amanah yang ia pegang sejak lama.

1. Kesederhanaan yang Menginspirasi

Meski sudah puluhan tahun berkiprah di dunia sosial, Djamal tetap hidup sederhana. Ia percaya bahwa kebahagiaan bukan dari harta, tapi dari kebermanfaatan.

2. Konsistensi dalam Aksi

Ia tidak hanya bicara, tapi terus bertindak. Hingga kini, Djamal masih aktif membimbing anak-anak dan memastikan program berjalan dengan baik.

3. Menjadi Panutan bagi Generasi Muda

Banyak anak yang tinggal di YUSOLI menganggap Djamal sebagai figur penting dalam hidup mereka. Ia bukan hanya pengasuh, tapi juga motivator dan panutan.

Dukungan untuk Masa Depan yang Lebih Baik

YUSOLI bukan sekadar lembaga asuhan. Ini adalah rumah bagi anak-anak yang membutuhkan kasih sayang dan pendidikan. Setiap kontribusi, baik besar maupun kecil, sangat berarti untuk masa depan mereka.

Jenis Donasi Manfaat
Rp 100.000 Makanan untuk 1 anak selama 1 bulan
Rp 300.000 Seragam dan perlengkapan sekolah
Rp 500.000 Biaya les tambahan selama 3 bulan
Rp 1.000.000 Biaya kesehatan dan obat-obatan
Rp 5.000.000 Perbaikan fasilitas kamar tidur

Disclaimer

dalam artikel ini bersifat umum dan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung pada perkembangan program dan kebijakan LKSA YUSOLI. Jumlah anak yang diasuh dan rincian program mungkin berbeda dari waktu ke waktu karena penyesuaian kebutuhan dan kondisi lapangan.


Dari hobi kecil hingga menjadi amal besar, perjalanan Djamal dan YUSOLI adalah bukti bahwa niat tulus dan konsistensi bisa mengubah hidup banyak orang. Setiap anak yang pernah tinggal di sini membawa jejak harapan yang ia tanamkan. Dan mungkin, dari mereka akan lahir generasi yang tidak hanya menerima kasih, tapi juga menebarkan kebaikan.