
Bupati Bandung, Dadang Supriatna atau akrab disapa Kang DS, kembali menjalankan agenda rutin yang sudah dijalaninya sejak lama, yaitu Jumat Keliling atau Jumling. Kegiatan kali ini dilakukan di Masjid Al Jumhuriah, Kampung Pasar Baru RT 05/RW 03, Desa Majakerta, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Bandung, pada Jumat, 6 Maret 2026.
Jumling bukan sekadar kegiatan silaturahmi biasa. Agenda ini merupakan wujud komitmen Kang DS untuk tetap dekat dengan masyarakat, sejak ia menjabat sebagai Kepala Desa Tegalluar pada tahun 1998. Saat itu, ia sudah rutin melakukan Jumat Keliling, Pengajian Keliling, hingga Tarawih Keliling.
Mengenal Lebih Dalam Agenda Jumat Keliling Kang DS
Kang DS menjelaskan bahwa kegiatan ini bukan hanya soal silaturahmi. Ia memanfaatkan momen Jumling untuk berdialog langsung dengan tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, hingga unsur pemerintahan setempat. Dengan begitu, aspirasi warga bisa diserap secara langsung tanpa melalui perantara.
Dalam pelaksanaannya, Kang DS tidak sendirian. Ia ditemani oleh para pimpinan dan kepala OPD (Organisasi Perangkat Daerah) terkait. Kehadiran mereka turut memperkuat sinergi antara eksekutif daerah dan masyarakat di lapangan.
1. Awal Mula Jumat Keliling
Kang DS memulai kegiatan ini sejak pertama kali menjabat sebagai Kades Tegalluar pada tahun 1998. Saat itu, ia sadar bahwa komunikasi langsung dengan warga sangat penting untuk membangun kepercayaan dan memahami kebutuhan masyarakat secara langsung.
Dari sinilah lahir konsep Jumat Keliling, yang kemudian menjadi agenda rutin setiap pekan. Ia percaya bahwa kebijakan yang baik harus dimulai dari kebawah, bukan hanya dari atas.
2. Tujuan Utama Jumat Keliling
Tujuan utama dari Jumat Keliling adalah menjalin komunikasi dua arah antara pemerintah dan masyarakat. Dengan datang langsung ke masjid-masjid, Kang DS bisa mendengar langsung keluhan, harapan, dan saran dari warga.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi dan penguatan nilai-nilai kebersamaan serta keimanan di tengah masyarakat.
3. Pelibatan OPD dalam Jumat Keliling
Dalam pelaksanaan Jumat Keliling, Kang DS tidak bekerja sendirian. Ia selalu didampingi oleh para kepala OPD terkait. Kehadiran mereka memungkinkan respon cepat terhadap aspirasi warga, terutama dalam hal pelayanan publik dan pembangunan infrastruktur.
Santunan dan Bantuan Langsung ke Masjid
Selama kegiatan Jumat Keliling, Kang DS juga memberikan santunan kepada anak-anak yatim yang ada di masjid. Ini menjadi bentuk kepedulian terhadap kelompok rentan yang membutuhkan perhatian lebih.
Selain itu, ia juga menyerahkan bantuan pemeliharaan masjid sebesar Rp 250 juta kepada Masjid Al Jumhuriah. Bantuan ini diharapkan bisa digunakan untuk perbaikan dan pemeliharaan fasilitas masjid agar tetap nyaman digunakan oleh jamaah.
| Jenis Bantuan | Nominal | Tujuan |
|---|---|---|
| Santunan Anak Yatim | Rp 50.000.000 | Perayaan Jumling dan perayaan Jumat Agung |
| Bantuan Pemeliharaan Masjid | Rp 250.000.000 | Perbaikan dan pemeliharaan fasilitas masjid |
Pandangan Kang DS tentang Kesehatan Batin dan Fisik
Dalam sambutannya, Kang DS sempat menyampaikan pandangan menarik tentang kesehatan. Menurutnya, sekitar 90 persen penyakit berasal dari pikiran yang tidak tenang, sedangkan hanya 10 persen berasal dari kondisi fisik yang kurang stabil.
“Kalau sehat bathin, insya Allah tidak akan sakit,” ujar Kang DS. Ia menekankan pentingnya menjaga kesehatan mental dan spiritual sebagai fondasi utama kesehatan secara keseluruhan.
4. Pentingnya Masjid sebagai Pusat Kegiatan Masyarakat
Masjid bukan hanya tempat ibadah. Menurut Kang DS, masjid juga berperan sebagai pusat kegiatan masyarakat. Oleh karena itu, ia sangat mendorong agar masjid tetap dimakmurkan, baik dari segi kegiatan maupun fasilitas.
“Mudah-mudahan bantuan ini bermanfaat. Yang paling utama, makmurkan ini masjid supaya kesehatan batiniahnya terjamin,” ucapnya.
5. Tantangan dalam Menjangkau Seluruh Masjid Jami
Meski sudah menjalankan Jumat Keliling secara rutin, Kang DS mengakui bahwa belum semua masjid jami di Kabupaten Bandung bisa dikunjunginya. Pasalnya, jumlah masjid jami di wilayah ini mencapai sekitar 7.000 masjid.
“Belum semua masjid jami bisa saya datangi. Tapi saya tetap berusaha untuk terus melanjutkan agenda ini secara rutin,” ujar Kang DS.
Dampak Positif Jumat Keliling bagi Masyarakat
Kegiatan Jumat Keliling tidak hanya memberikan manfaat langsung berupa bantuan dan santunan. Lebih dari itu, kegiatan ini memperkuat hubungan antara pemerintah dan masyarakat, serta menciptakan ruang dialog yang terbuka dan inklusif.
Warga merasa didengarkan dan dihargai. Ini adalah bentuk demokrasi yang hidup dan bermakna di tingkat akar rumput.
6. Sinergi antara Pemerintah dan Masyarakat
Dengan adanya Jumat Keliling, tercipta sinergi yang kuat antara pemerintah daerah dan masyarakat. Para kepala OPD yang turut mendampingi Kang DS bisa langsung menanggapi aspirasi warga di lapangan.
Hal ini mempercepat proses pengambilan keputusan dan penyelesaian masalah yang dihadapi masyarakat.
7. Mendorong Partisipasi Masyarakat dalam Pembangunan
Melalui Jumat Keliling, masyarakat juga didorong untuk lebih aktif dalam proses pembangunan daerah. Mereka bisa memberikan masukan, ide, dan saran yang relevan dengan kondisi setempat.
Ini adalah bentuk partisipasi yang sehat dan produktif dalam membangun Kabupaten Bandung yang lebih baik.
Kesinambungan Agenda Jumat Keliling
Kang DS menegaskan bahwa Jumat Keliling bukanlah kegiatan insidental. Ini adalah agenda tetap yang akan terus dilanjutkan selama masa kepemimpinannya. Ia percaya bahwa kebijakan yang dekat dengan masyarakat akan lebih mudah diterima dan dijalankan.
8. Evaluasi dan Penyempurnaan Berkala
Setiap kali melaksanakan Jumat Keliling, Kang DS selalu melakukan evaluasi. Ia mencatat masukan dari warga dan menyesuaikannya dengan kebijakan yang sedang dijalankan.
Evaluasi ini menjadi bagian penting dalam penyempurnaan program-program pemerintah daerah.
9. Mengedepankan Konsistensi dan Keberlanjutan
Kang DS tidak ingin Jumat Keliling hanya menjadi ajang pencitraan sesaat. Ia berkomitmen untuk menjalankan agenda ini secara konsisten dan berkelanjutan, sebagai bagian dari filosofi kepemimpinan yang pro rakyat.
Peran Masjid dalam Membangun Karakter Masyarakat
Masjid memiliki peran penting dalam membentuk karakter masyarakat yang religius dan berakhlak mulia. Kang DS sangat mendukung pemanfaatan masjid sebagai pusat pendidikan dan penguatan nilai-nilai keislaman.
10. Membangun Mental dan Spiritual Masyarakat
Dengan menjaga masjid tetap aktif dan makmur, masyarakat juga dibantu dalam membangun mental dan spiritual yang kuat. Ini adalah investasi jangka panjang untuk masa depan Kabupaten Bandung.
Penutup
Jumat Keliling yang dilakukan Kang DS bukan sekadar agenda rutin. Ini adalah wujud komitmen yang nyata untuk menjaga kedekatan dengan masyarakat. Dengan pendekatan yang personal dan langsung, ia terus membangun kepercayaan dan sinergi yang kuat dengan warga Kabupaten Bandung.
Melalui kegiatan ini, pemerintah daerah tidak hanya mendengarkan suara rakyat, tapi juga memberikan respons yang cepat dan tepat. Inilah esensi dari kepemimpinan yang berpihak pada rakyat.
Disclaimer: Informasi dalam artikel ini bersifat sesuai dengan data dan pernyataan resmi yang tersedia hingga tanggal publikasi. Jumlah masjid, nominal bantuan, dan detail kegiatan bisa berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kebijakan dan kondisi lapangan.





