
Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memang sedang lesu dalam beberapa pekan terakhir. Tapi di balik koreksi pasar, ada saham-saham yang justru melesat hingga puluhan bahkan ratusan persen.
Salah satu yang mencuri perhatian adalah saham PT Buana Artha Anugerah Tbk (STAR) yang membukukan kenaikan fantastis sebesar 93,75% hanya dalam satu pekan perdagangan. Lonjakan ini menjadikan STAR sebagai top gainer di Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk periode 27 Januari hingga 31 Januari 2026.
Nah, fenomena saham meroket seperti ini memang kerap terjadi di pasar modal Indonesia. Pertanyaannya, apakah kenaikan tersebut didukung fundamental kuat atau sekadar aksi spekulatif sesaat? Mari bedah lebih dalam.
Daftar Saham Top Gainer Pekan Ini
Berdasarkan data perdagangan BEI periode 27-31 Januari 2026, berikut deretan saham dengan kenaikan harga tertinggi.
| Kode Saham | Nama Emiten | Harga Awal | Harga Akhir | Perubahan |
|---|---|---|---|---|
| STAR | Buana Artha Anugerah | Rp64 | Rp124 | +93,75% |
|
CLAY | Citra Putra Realty | Rp50 | Rp89 | +78,00% |
|
LPGI | Lippo General Insurance | Rp2.100 | Rp3.550 | +69,05% |
| GTRA | Grahaprima Suksesmandiri | Rp212 | Rp348 | +64,15% |
|
SOHO | Soho Global Health | Rp1.850 | Rp2.900 | +56,76% |
Data di atas berdasarkan harga penutupan perdagangan BEI dan dapat berubah sesuai dinamika pasar.
Mengapa Saham STAR Melonjak Drastis?
Kenaikan 93,75% dalam sepekan tentu bukan angka yang biasa. Ada beberapa faktor yang diduga mendorong rally saham STAR.
PT Buana Artha Anugerah Tbk merupakan emiten yang bergerak di bidang investasi dan perdagangan. Perusahaan ini termasuk kategori saham berkapitalisasi kecil atau small cap dengan likuiditas yang relatif terbatas.
Sentimen Penggerak STAR:
- Spekulasi aksi korporasi menjelang Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS)
- Volume perdagangan yang melonjak signifikan dibanding rata-rata harian
- Pergerakan harga yang menyentuh batas Auto Rejection Atas (ARA) berturut-turut
Perlu dicatat, saham dengan kapitalisasi kecil seperti STAR memang rentan terhadap volatilitas tinggi. Kenaikan drastis bisa terjadi dengan volume transaksi yang relatif kecil dibanding saham blue chip.
Profil Singkat Emiten Top Gainer Lainnya
CLAY – Citra Putra Realty
Emiten properti ini mencatatkan kenaikan 78% dalam sepekan. CLAY fokus pada pengembangan properti residensial dan komersial di wilayah Jabodetabek.
Sektor properti memang sedang mendapat angin segar seiring dengan pelonggaran kebijakan Loan to Value (LTV) dari Bank Indonesia. Sentimen positif ini turut mendorong saham-saham properti berkapitalisasi kecil.
LPGI – Lippo General Insurance
Saham asuransi umum dari Grup Lippo ini naik 69,05%. Kenaikan diduga terkait dengan kinerja underwriting yang membaik serta optimisme terhadap industri asuransi pasca-pandemi.
Berdasarkan laporan keuangan terakhir yang dipublikasikan, LPGI mencatatkan pertumbuhan premi bruto yang cukup solid dibanding periode sebelumnya.
SOHO – Soho Global Health
Emiten farmasi ini menguat 56,76% dalam sepekan. SOHO dikenal sebagai produsen obat-obatan dan suplemen kesehatan dengan brand yang cukup populer di pasaran.
Sektor healthcare memang masih menjadi favorit investor seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan pasca-pandemi COVID-19.
Risiko di Balik Saham yang Meroket Cepat
Meski menggiurkan, saham-saham dengan lonjakan ekstrem seperti ini menyimpan risiko yang tidak boleh diabaikan.
Klaim bahwa saham yang sudah naik tinggi pasti akan terus naik adalah mitos berbahaya. Berdasarkan data historis BEI, banyak saham yang meroket cepat kemudian mengalami koreksi tajam dalam waktu singkat.
Risiko yang Perlu Diwaspadai:
- Likuiditas rendah membuat sulit keluar dari posisi saat harga turun
- Potensi aksi pump and dump oleh pihak tidak bertanggung jawab
- Fundamental perusahaan yang tidak sejalan dengan kenaikan harga
- Koreksi tajam setelah fase euforia berakhir
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan BEI secara rutin melakukan pengawasan terhadap saham-saham dengan pergerakan tidak wajar melalui mekanisme Unusual Market Activity (UMA).
Kondisi IHSG dan Sentimen Pasar Terkini
Di tengah aksi individual saham yang meroket, IHSG secara keseluruhan masih bergerak dalam tren konsolidasi. Indeks ditutup di level 7.100-an pada akhir Januari 2026.
Sentimen yang Mempengaruhi Pasar:
- Kebijakan suku bunga Bank Indonesia yang masih wait and see
- Dinamika nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS
- Arus modal asing yang masih net sell di pasar reguler
- Rilis laporan keuangan emiten untuk kuartal IV 2025
Dilansir dari data BEI, investor asing mencatatkan net sell sekitar Rp2 triliun sepanjang pekan lalu. Kondisi ini menunjukkan kehati-hatian pelaku pasar global terhadap pasar saham domestik.
Tips untuk Investor Menghadapi Saham Volatil
Melihat peluang di saham-saham yang sedang rally memang menggiurkan. Namun, ada beberapa prinsip yang sebaiknya dipegang.
- Lakukan riset mendalam sebelum masuk, jangan hanya ikut-ikutan
- Perhatikan fundamental perusahaan, bukan hanya pergerakan harga
- Batasi porsi investasi di saham spekulatif maksimal 10-20% dari total portofolio
- Siapkan cut loss jika harga bergerak berlawanan dari ekspektasi
- Jangan menggunakan dana darurat atau uang pinjaman untuk trading
- Pantau pengumuman UMA dari BEI untuk saham yang masuk watchlist
Singkatnya, peluang memang ada tapi risiko juga mengintai. Keseimbangan antara keduanya adalah kunci investasi yang sehat.
Jadwal dan Agenda Pasar Pekan Depan
Beberapa agenda penting yang perlu diperhatikan investor untuk pekan pertama Februari 2026.
| Tanggal | Agenda | Potensi Dampak |
|---|---|---|
| 3 Februari | Rilis data inflasi Januari 2026 | Tinggi |
| 5 Februari | Rapat Dewan Gubernur BI | Sangat Tinggi |
| 7 Februari | Batas akhir laporan keuangan Q4 2025 | Tinggi |
Agenda di atas dapat mempengaruhi sentimen pasar secara keseluruhan dan perlu dipantau oleh investor.
Kontak Layanan dan Pengaduan
Membutuhkan informasi lebih lanjut atau ingin melaporkan aktivitas mencurigakan di pasar modal? Berikut saluran resmi yang tersedia.
- Bursa Efek Indonesia – Call Center: 1500815, Email: [email protected]
- OJK – Telepon: 157, WhatsApp: 081-157-157-157
- KSEI – Telepon: (021) 5152855
- Sekuritas masing-masing – Hubungi customer service broker tempat membuka rekening
Kesimpulan
Lonjakan saham STAR sebesar 93,75% memang menjadi highlight pasar pekan ini. Namun, kenaikan fantastis seperti ini perlu disikapi dengan bijak dan tidak terburu-buru FOMO tanpa analisis matang.
Terima kasih sudah membaca ulasan pasar saham pekan ini. Semoga informasi ini bermanfaat untuk pengambilan keputusan investasi yang lebih baik. Happy investing!
Sumber dan Referensi
- Data perdagangan Bursa Efek Indonesia (idx.co.id)
- Informasi keterbukaan emiten di IDX Channel
- Publikasi resmi Otoritas Jasa Keuangan
Disclaimer
Artikel ini disusun berdasarkan data perdagangan BEI periode 27-31 Januari 2026 dan bukan merupakan rekomendasi untuk membeli atau menjual saham tertentu. Harga saham dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dinamika pasar. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing investor. Selalu lakukan riset mandiri dan pertimbangkan profil risiko sebelum berinvestasi di pasar modal.
FAQ Seputar Saham Paling Cuan Pekan Ini, STAR Jadi Jawara dengan Lonjakan 93,75%
Lonjakan drastis saham STAR (PT Buana Lintas Lautan Tbk) biasanya dipicu oleh sentimen positif korporasi, spekulasi pasar terkait kinerja keuangan, atau adanya akumulasi volume perdagangan yang besar dalam waktu singkat. Lonjakan 93,75% menjadikannya sebagai jawara Top Gainer di BEI pada pekan ini.
Pekan ini, daftar Top Gainers didominasi oleh sektor energi dan transportasi logistik. Saham-saham dengan kapitalisasi kecil hingga menengah () seringkali mencatatkan persentase kenaikan yang lebih agresif dibandingkan saham perbankan blue chip.
Membeli saham yang sudah naik ratusan persen sangat berisiko terkena Profit Taking (aksi jual massal) oleh investor yang sudah untung duluan. Jika kenaikan tidak didasari fundamental kuat, saham berpotensi mengalami ARB (Auto Rejection Bawah) berjilid-jilid.
Bagi trader harian, gunakan strategi Scalping dengan disiplin Stop Loss yang ketat. Bagi investor jangka menengah, hindari FOMO (Fear of Missing Out) dan tunggulah harga mengalami koreksi sehat (Pullback) sebelum memutuskan untuk masuk.





