Malam Lailatul Qadar menjadi salah satu malam paling istimewa dalam setahun bagi umat Islam. Malam ini disebut-sebut sebagai malam yang lebih baik dari seribu bulan, berdasarkan firman Allah dalam Surah Al-Qadr. Karena keistimewaannya, banyak umat berlomba mencari dan menghidupi malam ini, terutama di sepertiga malam terakhir bulan . Tahun 2026, penentuan kapan malam Lailatul Qadar jatuh kembali menjadi sorotan, terutama karena perbedaan pendapat antara berbagai lembaga keagamaan di Indonesia.

Perbedaan ini muncul karena penanggalan yang berbeda dengan kalender Masehi, serta dan rukyat yang digunakan. Ada beberapa lembaga yang menetapkan tanggal berbeda untuk malam , terutama antara , Nahdlatul Ulama (NU), dan pemerintah melalui Kementerian Agama. Perbedaan ini bukan soal benar atau salah, melainkan perbedaan pendekatan dalam menentukan awal Ramadan dan 1 Syawal.

Perkiraan Malam Lailatul Qadar 2026 Menurut Lembaga Keagamaan

Masing-masing lembaga keagamaan di Indonesia memiliki metode dan pendekatan tersendiri dalam menentukan penanggalan kalender Hijriah. Hal ini berdampak pada penentuan malam-malam ganjil di sepertiga akhir Ramadan, yang menjadi kandidat malam Lailatul Qadar. Berikut adalah perkiraan malam Lailatul Qadar 2026 menurut tiga lembaga utama.

1. Muhammadiyah

Muhammadiyah menggunakan sistem hisab awal bulan secara mutlak, tanpa rukyat. Artinya, penetapan awal Ramadan dan Syawal dilakukan berdasarkan perhitungan astronomi yang konsisten. Berdasarkan kalender Hijriah yang digunakan oleh Muhammadiyah, H diperkirakan dimulai pada 16 Maret 2026. Dengan durasi 30 hari, Ramadan akan berakhir pada 14 April 2026.

Baca Juga:  Cukup Pakai NIK, Begini Langkah Praktis Cek Status Penerima Bansos Kemensos 2026

Dengan begitu, malam-malam ganjil di sepertiga akhir Ramadan menurut Muhammadiyah adalah malam 21, 23, 25, 27, dan 29. Malam Lailatul Qadar diperkirakan jatuh pada malam 27 Ramadan 1447 H, atau malam Senin, 13 April 2026.

2. Nahdlatul Ulama (NU)

NU menggunakan pendekatan gabungan antara hisab dan rukyat. Artinya, meskipun perhitungan astronomi menjadi acuan utama, hasil rukyat dari beberapa daerah juga bisa memengaruhi penetapan awal bulan. Berdasarkan NU, Ramadan 1447 H diperkirakan dimulai pada 17 Maret 2026, sehingga 1 Ramadan bertepatan dengan hari Senin.

Jika Ramadan berlangsung selama 30 hari, maka 1 Syawal akan jatuh pada 15 April 2026. Malam-malam ganjil di sepertiga akhir Ramadan menurut NU adalah malam 21, 23, 25, 27, dan 29 Ramadan. Malam Lailatul Qadar diperkirakan jatuh pada malam 27 Ramadan 1447 H, atau malam Selasa, 14 April 2026.

3. Kementerian Agama (Kemenag)

Kemenag juga menggunakan pendekatan kombinasi antara hisab dan rukyat. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, Kemenag cenderung lebih mengandalkan hasil hisab untuk menetapkan awal Ramadan dan Syawal. Berdasarkan perhitungan astronomi, Kemenag memperkirakan Ramadan 1447 H dimulai pada 17 Maret 2026.

Dengan durasi 30 hari, Ramadan akan berakhir pada 15 April 2026. Malam-malam ganjil di sepertiga akhir Ramadan menurut Kemenag adalah malam 21, 23, 25, 27, dan 29 Ramadan. Malam Lailatul Qadar diperkirakan jatuh pada malam 27 Ramadan 1447 H, atau malam Selasa, 14 April 2026.

Perbandingan Perkiraan Lailatul Qadar 2026

Berikut adalah tabel perbandingan perkiraan Malam Lailatul Qadar 2026 menurut tiga lembaga keagamaan utama di Indonesia:

Lembaga Awal Ramadan Akhir Ramadan Perkiraan Lailatul Qadar
Muhammadiyah 16 Maret 2026 14 April 2026 Malam Senin, 13 April 2026
NU 17 Maret 2026 15 April 2026 Malam Selasa, 14 April 2026
Kemenag 17 Maret 2026 15 April 2026 Malam Selasa, 14 April 2026

Perbedaan tanggal hanya terletak pada satu hari, yaitu antara Muhammadiyah dengan NU dan Kemenag. Namun, hal ini tidak mengurangi nilai ibadah selama Ramadan. Umat Islam tetap dianjurkan untuk memperbanyak ibadah di sepuluh malam terakhir Ramadan, terutama malam-malam ganjil.

Baca Juga:  UMK Kabupaten Tangerang 2026 Terbaru, Cek Kenaikan dan Simulasi Gaji Karyawan

Keistimewaan Malam Lailatul Qadar

Malam Lailatul Qadar memiliki keistimewaan yang luar biasa. Keistimewaan ini tidak hanya terletak pada waktu, tetapi juga pada makna spiritual yang sangat dalam bagi umat Islam. Malam ini disebut-sebut sebagai malam yang lebih baik dari seribu bulan. Artinya, ibadah yang dilakukan di malam ini setara dengan ibadah selama 83 tahun dan 4 bulan.

1. Turunnya Al-Qur’an

Salah satu keistimewaan utama malam Lailatul Qadar adalah turunnya Al-Qur’an. Surah Al-Qadr ayat 1 berbunyi: "Sesungguhnya Kami telah menurunkan Al-Qur’an pada malam Lailatul Qadar." Ini menunjukkan bahwa malam ini adalah malam pertama kali Al-Qur’an diturunkan dari Lauh Mahfuzh ke Baitul Izzah di langit dunia.

2. Malam Penuh Berkah

Malam Lailatul Qadar adalah malam yang penuh berkah dan rahmat. Siapa pun yang beribadah di malam ini dengan dan harapan akan ampunan, maka dosa-dosanya akan diampuni. Ini merupakan janji Allah yang tertuang dalam Surah Al-Qadr ayat 3: "Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan Ruh (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan."

3. Malam yang Lebih Baik dari Seribu Bulan

Sebagaimana disebutkan dalam Surah Al-Qadr ayat 3, malam ini lebih baik dari seribu bulan. Artinya, ibadah yang dilakukan di malam ini bernilai sangat tinggi. Ini menjadikan malam ini sebagai kesempatan emas bagi umat Islam untuk mendekatkan diri kepada Allah.

Amalan yang Dianjurkan di Malam Lailatul Qadar

Ada banyak amalan yang dianjurkan untuk dilakukan di malam Lailatul Qadar. Amalan-amalan ini tidak hanya berupa ibadah formal, tetapi juga ibadah yang bisa dilakukan secara personal dan khusyuk.

1. Shalat Malam (Tahajud)

Shalat malam atau tahajud adalah salah satu amalan utama yang dianjurkan di malam Lailatul Qadar. Shalat ini dilakukan setelah isya dan sebelum . Bisa dilakukan dalam jumlah rakaat yang ringan, seperti 2, 4, atau 8 rakaat. Yang terpenting adalah khusyuk dan tulus dalam melakukannya.

Baca Juga:  Terungkap Kenapa Nominal Gaji PNS Tidak Sama Ketahui Faktor Penentu dan Penjelasan Lengkapnya 2026

2. Membaca Al-Qur’an

Membaca Al-Qur’an di malam Lailatul Qadar sangat dianjurkan. Karena malam ini adalah malam turunnya Al-Qur’an, maka membaca Al-Qur’an adalah bentuk penghormatan sekaligus sarana mendekatkan diri kepada Allah. Bisa dilakukan secara perorangan atau berjamaah.

3. Berdoa dan Memohon Ampunan

Doa di malam Lailatul Qadar memiliki keistimewaan tersendiri. Banyak ulama menyarankan untuk memperbanyak doa memohon ampunan, rahmat, dan petunjuk. Doa yang dibaca bisa berupa doa pribadi atau doa-doa yang diriwayatkan dari Nabi Muhammad SAW.

4. Sedekah dan Amal Jariyah

Sedekah di malam Lailatul Qadar juga sangat dianjurkan. Sedekah tidak harus dalam bentuk uang, bisa juga dalam bentuk waktu, ilmu, atau kebaikan lainnya. Amal jariyah seperti membantu sesama juga menjadi pilihan yang baik.

5. I’tikaf

I’tikaf atau bermalam di masjid adalah amalan yang sangat dianjurkan di sepuluh malam terakhir Ramadan. Nabi Muhammad SAW biasa melakukan i’tikaf di sepuluh malam terakhir Ramadan, terutama untuk mencari Lailatul Qadar. I’tikaf bisa dilakukan di masjid atau di ruang ibadah di rumah.

Tips Mencari Malam Lailatul Qadar

Mencari malam Lailatul Qadar bukan soal ketepatan tanggal, tetapi lebih kepada kesungguhan dalam beribadah. Berikut beberapa yang bisa membantu dalam mencari malam ini.

1. Perbanyak Ibadah di Sepuluh Malam Terakhir

Sepuluh malam terakhir Ramadan adalah waktu yang paling tepat untuk mencari Lailatul Qadar. Malam-malam ganjil seperti 21, 23, 25, 27, dan 29 menjadi kandidat utama. Perbanyak ibadah di malam-malam tersebut, terutama tahajud dan doa.

2. Jaga Khusyuk dan Niat Ikhlas

Khusyuk dan niat ikhlas adalah kunci utama dalam mencari Lailatul Qadar. Bukan hanya soal waktu, tetapi juga kualitas ibadah. Jaga hati agar tetap tenang dan fokus pada Allah.

3. Ikuti Panduan Lembaga Keagamaan

Meskipun ada perbedaan pendapat, mengikuti panduan dari lembaga keagamaan bisa memberikan kepastian dalam beribadah. Pilih salah satu lembaga yang paling sesuai dengan pemahaman dan ikuti jadwalnya.

4. Gunakan Waktu dengan Bijak

Jangan terlalu sibuk mencari tanggal pasti, tetapi gunakan waktu untuk beribadah. Malam-malam Ramadan adalah kesempatan langka untuk mendekatkan diri kepada Allah.

Kesimpulan

Malam Lailatul Qadar adalah malam yang penuh berkah dan rahmat. Meskipun ada perbedaan pendapat mengenai tanggal pastinya, hal ini tidak mengurangi nilai ibadah selama Ramadan. Yang terpenting adalah kesungguhan dalam beribadah dan mencari keberkahan malam ini. Perbanyak shalat malam, membaca Al-Qur’an, berdoa, dan sedekah di sepuluh malam terakhir Ramadan.

Disclaimer: Perkiraan tanggal Lailatul Qadar di atas bersifat estimasi berdasarkan hisab dan mungkin berubah tergantung hasil rukyat atau penetapan resmi dari lembaga keagamaan terkait menjelang Ramadan 2026.