Ribuan calon peserta seleksi PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja) sedang mempersiapkan diri untuk mengikuti SSCASN 2026. Salah satu tahap yang paling krusial adalah mengisi DRH NI (Data Riwayat Hidup Nomor Induk) di platform SSCASN. Banyak peserta yang mengalami kebingungan bahkan error saat mengisi formulir ini, hingga akhirnya mereka gagal. Jadi, bagaimana sebenarnya cara mengisi DRH NI PPPK dengan benar dan aman?

Artikel ini akan memandu setiap langkah pengisian DRH NI di akun SSCASN 2026 secara detail, lengkap dengan tips menghindari error yang sering terjadi. penjelasannya di bawah ini.

Apa Itu DRH NI dan Mengapa Penting?

DRH NI adalah singkatan dari Data Riwayat Hidup Nomor Induk. ini merupakan data dan riwayat hidup calon peserta PPPK yang menjadi dasar verifikasi kelayakan peserta. Nah, data yang diisi di sini akan menjadi dokumen resmi yang akan diproses oleh panitia seleksi untuk memastikan semua persyaratan telah terpenuhi.

Pentingnya DRH NI terletak pada validitas data pribadi. Jika ada ketidaksesuaian antara data yang diisi di DRH NI dengan dokumen asli (KTP, ijazah, sertifikat), peserta bisa dinyatakan tidak lolos atau bahkan diskualifikasi. Oleh karena itu, ketelitian dalam mengisi setiap field sangat krusial untuk kesuksesan pendaftaran.

Persyaratan Sebelum Mengisi DRH NI PPPK

Sebelum mulai mengisi DRH NI, pastikan sudah mempersiapkan beberapa dokumen dan informasi penting. Jangan sampai di tengah proses pengisian, tiba-tiba bingung mencari data yang diperlukan—ini adalah salah satu penyebab error dan pendaftaran yang gagal.

Dokumen yang harus disiapkan:

  • KTP/NIK asli dan valid
  • Nomor induk Kependudukan (NIK) yang sesuai dengan dokumen resmi
  • Akta Kelahiran atau surat keterangan kelahiran
  • Ijazah terakhir dan transkrip nilai
  • Sertifikat atau dokumen penunjang lainnya (jika diperlukan sesuai lowongan)
  • Nomor Telepon aktif dan email yang valid
  • Akun sosial (jika diminta oleh sistem)
  • Data pekerjaan sebelumnya (jika ada)
  • Foto diri berwarna terbaru (ukuran 4×6 atau sesuai ketentuan)
Baca Juga:  Apa Itu PBI-JK dalam Bansos? Cek Manfaat & Status Terbaru 2026 Sekarang!

Dengan dokumen lengkap, proses pengisian akan lancar dan meminimalkan kesalahan input yang bisa menyebabkan error di sistem.

Langkah-Langkah Mengisi DRH NI di SSCASN 2026

Jadi, bagaimana prosesnya? Berikut adalah step-by-step yang bisa diikuti dengan teliti.

1. Login ke Akun SSCASN

Langkah pertama adalah masuk ke portal SSCASN dengan menggunakan email dan password yang sudah didaftarkan. Pastikan koneksi internet stabil saat login untuk menghindari gangguan di tengah proses. Jika lupa password, gunakan fitur “Lupa Password” untuk mereset akun.

2. Akses Menu DRH NI

Setelah login , cari dan klik menu “DRH NI” atau “Data Riwayat Hidup” di dashboard utama. Menu ini biasanya terletak di bagian profil atau data pribadi. Jika menemukan, perhatikan menu navigasi di sisi kiri layar.

3. Isi Data Pribadi

Bagian pertama adalah pengisian data pribadi. Di sini, peserta harus memasukkan informasi dasar seperti nama lengkap, NIK, tanggal lahir, tempat lahir, dan jenis kelamin. Perhatian khusus: pastikan nama yang diisi **persis sama** dengan yang tertera di KTP dan dokumen resmi lainnya. Perbedaan sedikit saja—misalnya penempatan spasi atau huruf besar-kecil—bisa menyebabkan sistem mendeteksi ketidaksesuaian.

4. Input Data Keluarga

Setelah data pribadi, sistem akan meminta data orang tua/wali, termasuk nama ayah, nama ibu, dan status . Isi dengan data sebenarnya berdasarkan akta kelahiran. Jangan lupa untuk memilih status perkawinan dengan benar—pilihan tersedia seperti “Belum Menikah,” “Menikah,” “Cerai Hidup,” atau “Cerai Mati.”

5. Isi Riwayat Pendidikan

Di bagian ini, peserta diminta menginput semua riwayat pendidikan formal dari SD hingga pendidikan terakhir. Sistem biasanya menyediakan tombol “Tambah Pendidikan” untuk setiap jenjang. Isi dengan nama sekolah/universitas, tahun lulus, nomor ijazah, dan nilai IPK (jika ada). Pastikan format tahun konsisten—misalnya gunakan format YYYY bukan format tahun pendek.

6. Input Pengalaman Kerja

Jika ada pengalaman kerja sebelumnya, input di bagian ini. Sertakan nama instansi, posisi, tanggal mulai, dan tanggal berakhir. Bagi peserta yang belum pernah bekerja, bagian ini boleh dikosongkan atau diisi dengan “Tidak Ada.”

Baca Juga:  Bikin Ketagihan, Inilah 15 Game Online Android Paling Seru yang Harus Kamu Coba Sekarang!

7. Upload Dokumen Pendukung

Sistem akan meminta upload berbagai dokumen seperti foto KTP, ijazah, transkrip nilai, dan foto diri. Perhatikan spesifikasi file yang diminta—ukuran file maksimal, format (JPG/PDF), dan resolusi foto. Jangan upload file yang sudah dikompresi atau berkualitas rendah, karena ini bisa menyebabkan dokumen ditolak.

8. Review dan Verifikasi

Sebelum submit, review seluruh data yang sudah diisi. kembali setiap field untuk memastikan tidak ada typo atau data yang terlewat. Sistem biasanya menampilkan notifikasi jika ada field yang belum lengkap. Pastikan semua kolom yang bertanda bintang merah (*) sudah terisi.

9. Submit dan Tunggu Konfirmasi

Jika semua data sudah benar, klik tombol “Submit” atau “Kirim.” Sistem akan memproses data dan memberikan notifikasi konfirmasi. Screenshoot atau catat nomor referensi yang diberikan sebagai bukti pendaftaran.

Tips Anti Gagal dan Error Saat Mengisi DRH NI

Singkatnya, ada beberapa strategi yang bisa diterapkan untuk meminimalkan risiko gagal pendaftaran.

Gunakan Perangkat yang Tepat
Isi DRH NI menggunakan komputer atau laptop, bukan smartphone. Tampilan di mobile bisa terpotong atau terdistorsi, sehingga beberapa field bisa ketinggalan. Koneksi internet juga harus stabil—hindari menggunakan WiFi yang lemah atau koneksi mobile yang sering putus.

Jangan Copy-Paste Sembarangan
Saat mengisi data, hindari copy-paste dari sumber yang tidak jelas. Ini bisa menyebabkan karakter aneh atau data yang tidak valid masuk ke sistem. Lebih baik ketik manual meskipun lebih lama, hasilnya akan lebih akurat.

Perhatikan Format Tanggal dan Nomor
Banyak error terjadi karena format tanggal yang salah. Pastikan mengikuti format yang diminta sistem—apakah DD/MM/YYYY atau YYYY-MM-DD. Untuk nomor induk (seperti nomor urut ijazah), pastikan tanpa spasi atau karakter khusus.

Foto dan Dokumen Berkualitas
Upload dokumen dengan resolusi tinggi dan jelas. Hindari dokumen yang buram, terpotong, atau miring. Foto diri harus berwarna, latar belakang terang, dan wajah terlihat jelas. Dokumen yang tidak jelas bisa ditolak dan memaksa peserta untuk submit ulang.

Simpan Bukti Sebelum Logout
Setelah submit berhasil, jangan langsung logout. Tunggu beberapa detik hingga sistem menampilkan halaman konfirmasi dengan nomor referensi. Screenshoot halaman tersebut sebagai bukti bahwa data sudah terkirim dengan baik.

Baca Juga:  Dapatkan Modal Usaha Tanpa Ribet Lewat Koperasi Merah Putih di Desa Tahun 2026!

Periksa Email Konfirmasi
Setelah submit, peserta akan menerima email konfirmasi dari SSCASN. Periksa folder inbox dan spam untuk memastikan email sampai. Jika tidak ada email dalam 1×24 jam, berarti ada kemungkinan data tidak terkirim dengan sempurna.

Troubleshooting Error Umum DRH NI PPPK

Walau sudah hati-hati, kadang error tetap muncul. Berikut solusi untuk beberapa error yang sering terjadi.

Error: “NIK Sudah Terdaftar”
Jika muncul pesan ini, berarti NIK sudah digunakan untuk pendaftaran sebelumnya. Cek apakah sudah pernah mendaftar dengan email lain atau hubungi customer service SSCASN untuk verifikasi.

Error: “File Terlalu Besar”
Kompres ukuran file dokumen sebelum upload. Gunakan aplikasi compression atau convert PDF ke format yang lebih kecil. File foto maksimal biasanya 2-3 MB, jadi pastikan sesuai batas.

Error: “Data Tidak Sesuai”
Pesan ini muncul ketika ada ketidaksesuaian antara data yang diisi dengan dokumen yang diupload. Cek kembali nama, NIK, dan tanggal lahir—pastikan identik dengan dokumen asli.

Error: “Koneksi Terputus Saat Upload”
Jika koneksi putus, coba upload kembali dari awal. Pastikan koneksi internet stabil sebelum mulai proses upload dokumen. Hindari upload saat peak time internet atau jaringan yang lemah.

Kapan Batas Waktu Pengisian DRH NI?

Periode pengisian DRH NI di SSCASN 2026 dibuka sesuai jadwal yang telah ditetapkan oleh BKN (Badan Kepegawaian Negara). Biasanya, jendela registrasi berlangsung 2-3 minggu setelah pendaftaran dibuka. Jangan menunggu hari terakhir—ada kemungkinan sistem overload dan lambat saat mendekati deadline.

Peserta harus memastikan DRH NI sudah submit minimal 1-2 hari sebelum batas waktu resmi ditutup. Ini untuk memberikan buffer jika ada masalah teknis yang perlu ditangani dengan customer service SSCASN.

Kontak Layanan dan Pengaduan SSCASN

Jika mengalami kendala teknis atau masalah saat mengisi DRH NI, berikut saluran yang bisa dihubungi:

  • Website Resmi: sscasn.bkn.go.id
  • Email Support: Biasanya ada di halaman bantuan SSCASN
  • Live Chat: Tersedia di portal SSCASN saat jam kerja
  • Call Center BKN: Hubungi kantor BKN terdekat untuk bantuan langsung

Jangan ragu untuk menghubungi support jika ada pertanyaan atau kendala teknis. Tim support SSCASN siap membantu memastikan pendaftaran berjalan lancar.

Kesimpulan

Mengisi DRH NI PPPK di SSCASN 2026 sebenarnya tidak sesulit yang dibayangkan, asalkan dilakukan dengan teliti dan mengikuti panduan dengan benar. Persiapkan dokumen lengkap, gunakan perangkat yang tepat, periksa kembali setiap data, dan jangan pernah sembrono saat upload dokumen. Semoga panduan ini membantu dan pendaftaran peserta berjalan sukses tanpa hambatan. Terima kasih sudah meluangkan waktu membaca artikel ini—semoga diterima sebagai PPPK yang diimpikan!

FAQ Seputar Mengisi DRH NI PPPK

1. Apakah bisa mengubah data DRH NI setelah submit?
Tergantung kebijakan SSCASN. Biasanya, data yang sudah submit tidak bisa diubah. Jika perlu perubahan, hubungi customer service SSCASN sebelum batas waktu pendaftaran