Arsenal musim ini memperlihatkan dominasi luar biasa lewat tendangan sudut. Bukan cuma soal jumlah gol, tapi juga cara mereka memanfaatkan situasi bola mati ini yang kini jadi perbincangan hangat di kalangan pelatih, wasit, hingga . Pendekatan yang mereka pakai terkesan intensif, hampir seperti permainan rugbi di kotak penalti lawan. Bahkan, sejumlah pihak mulai mempertanyakan apakah ini masih sepak bola atau bukan.

Pendekatan taktis ini tidak hanya efektif, tapi juga memicu kontroversi. Banyak yang menyebutnya sebagai jalan pintas, tapi ada juga yang melihatnya sebagai strategi cerdas. Yang jelas, Arsenal tahu cara memanfaatkan situasi tendangan pojok dengan sangat baik, dan itu terbukti dari catatan gol mereka sepanjang musim.

Dominasi Arsenal dalam Skema Tendangan Pojok

Arsenal saat ini menjadi tim paling produktif dari situasi tendangan sudut di Liga Inggris musim 2025-2026. Mereka mencetak 16 gol dari skema ini, yang merupakan jumlah tertinggi di antara semua tim . Angka ini bahkan menyamai rekor gol tendangan pojok terbanyak dalam satu musim yang pernah dicatatkan oleh beberapa tim sebelumnya.

Arsenal bukan kali ini saja unggul dalam skema tendangan sudut. Musim lalu, mereka juga mencatatkan rekor serupa. Tapi kali ini, pendekatan mereka terlihat lebih terstruktur dan agresif. Mereka tidak hanya menunggu bola datang, tapi menciptakan tekanan besar di kotak penalti lawan.

Baca Juga:  Apakah IKD Bisa Menggantikan KTP Fisik? Ini Aturan Resmi Kemendagri 2026!

1. Statistik Gol Tendangan Pojok Arsenal Musim Ini

Tim Gol dari Tendangan Pojok
Arsenal 16
12
Liverpool 10
9

2. Rekor Gol Tendangan Pojok Tertinggi dalam Satu Musim

Arsenal musim ini menyamai rekor yang sebelumnya dipegang oleh:

  • Oldham Athletic (1992-1993): 16 gol
  • West Bromwich (2016-2017): 16 gol
  • Arsenal (2023-2024): 16 gol

Artinya, 16 gol dari tendangan pojok bukan angka biasa. Ini adalah rekor yang langka dan sulit dipecahkan.

3. Kemenangan Atas Chelsea yang Menggambarkan Dominasi Ini

Pertandingan melawan Chelsea di Emirates menjadi contoh sempurna dari dominasi Arsenal lewat tendangan pojok. Dalam laga itu, 2-1, dan kedua golnya berasal dari situasi tendangan sudut.

  • Gol pertama dicetak oleh William Saliba
  • Gol kedua dicetak oleh Jurrien Timber

Kedua gol ini tercipta bukan dari permainan terbuka, tapi dari tekanan besar di kotak penalti lawan. Banyak pemain Arsenal yang masuk ke area, menciptakan kekacauan, dan memanfaatkan bola liar.

Kritik dan Kontroversi terhadap Taktik Ini

Tidak semua pihak memandang positif pendekatan yang digunakan Arsenal. Banyak pelatih dan legenda sepak bola menyebutnya sebagai permainan yang tidak elegan, bahkan terlalu kasar.

1. Kritik dari Chris Sutton

Chris Sutton, legenda Blackburn Rovers yang pernah juara Liga Inggris, menyampaikan kritik tajam terhadap pendekatan Arsenal. Menurutnya, Arsenal terlalu mengandalkan bola mati untuk mencetak gol.

“Arsenal kembali mengandalkan bola mati. Saya pikir mereka akan memenangkannya. Jika mereka berhasil melewati garis akhir, apakah mereka akan menjadi tim juara Liga Inggris paling jelek dalam sejarah? Penampilannya tidak terlihat.”

Sutton menilai bahwa Arsenal tidak menunjukkan permainan yang menarik secara teknis. Baginya, sepak bola seharusnya lebih dari sekadar rebutan bola di kotak penalti.

Baca Juga:  Arsenal Hancurkan Chelsea yang Tinggal Sembilan Pemain, Gol Kemenangan Didapat dari Sepak Pojok!

2. Pandangan Ruud Gullit

Ruud Gullit, mantan pemain Chelsea dan legenda Belanda, juga ikut angkat suara. Ia mengaku mulai kehilangan selera menonton sepak bola karena banyak tim kini berlomba-lomba mencari tendangan sudut sebagai jalan pintas meraih kemenangan.

“Ini bukan sepak bola lagi. Ini seperti pertandingan rugbi yang tidak beraturan.”

Gullit menilai bahwa pendekatan seperti ini menghilangkan esensi dari sepak bola yang seharusnya indah dan teknis.

Respons Wasit dan Isu Keselamatan di Kotak Penalti

Fenomena yang terjadi di kotak penalti saat tendangan pojok tidak hanya jadi perhatian pelatih dan pemain. Wasit pun mulai merasa kewalahan menghadapi situasi yang penuh dengan kontak fisik ini.

1. Kritik dari Mantan Wasit Mark Halsey

Mark Halsey, mantan wasit , menyampaikan kekhawatirannya terkait situasi pergulatan di kotak penalti saat tendangan pojok. Ia mendesak PGMOL (badan yang menaungi wasit profesional Inggris) untuk segera bertindak.

“PGMOL harus mengarahkan wasit mereka untuk mengambil pendekatan tegas terhadap insiden saling dorong di area penalti dari tendangan sudut karena ini sudah menjadi lelucon.”

Halsey menilai bahwa situasi seperti ini sudah tidak bisa dibiarkan begitu saja. Ia menyarankan agar wasit lebih tegas dalam mengambil keputusan, termasuk memberikan tendangan bebas atau bahkan penalti jika diperlukan.

2. Perbandingan dengan Rugbi

Menurut Halsey, situasi di kotak penalti saat tendangan pojok kini terasa seperti pertandingan rugbi. Banyak pemain saling dorong, rebutan bola, dan tidak ada kontrol dari wasit.

“Ini sudah seperti rugbi. Jika itu berarti memberikan banyak tendangan bebas dan penalti, maka biarlah. Itulah satu-satunya cara untuk menghentikannya.”

Ia menilai bahwa satu-satunya cara untuk mengembalikan kontrol adalah dengan memberikan sanksi tegas.

3. Data dari Opta tentang Gol Tendangan Pojok

Opta mencatat bahwa 138 gol di Premier League musim 2025-2026 berasal dari tendangan pojok. Angka ini setara dengan 17,6 persen dari total gol yang tercipta sepanjang musim ini.

Baca Juga:  Gol Andre Hancurkan Liverpool 2-1 di Kandang Wolves, The Reds Tumbang di Molineux!
Tahun Total Gol Gol dari Tendangan Pojok Persentase
2025-2026 784 138 17,6%
2024-2025 762 112 14,7%
2023-2024 758 109 14,4%

Angka ini menunjukkan bahwa tendangan pojok kini menjadi sumber gol yang semakin penting di Liga Inggris.

Pandangan Pelatih: Arteta dan Guardiola

Meski banyak kritik, pelatih-pelatih top tetap punya pendapat mereka sendiri. dan , dua pelatih terbaik Liga Inggris saat ini, punya pendekatan berbeda terhadap fenomena ini.

1. Sikap Mikel Arteta

Mikel Arteta tetap membela pendekatan yang digunakan timnya. Baginya, mencetak gol dari tendangan pojok adalah seni yang lahir dari kerja keras dan analisis taktik.

“Itu tidak jelek, Anda harus memainkan pertandingan yang ada untuk Anda mainkan.”

Arteta menilai bahwa tim yang bisa memanfaatkan situasi bola mati dengan baik adalah tim yang cerdas. Ia juga menekankan bahwa sepak bola saat ini semakin kompetitif, dan semua tim harus bisa beradaptasi.

2. Adaptasi Pep Guardiola

Pep Guardiola, pelatih Manchester City, mengaku telah mempersiapkan strategi khusus untuk menghadapi situasi seperti ini. Ia tidak ingin membagikan rahasia taktiknya, tapi jelas bahwa ia sudah memperhitungkan pergulatan di kotak penalti.

“Apa yang terjadi di dalam dan di luar kotak penalti sepenuhnya menjadi urusan saya dan saya tidak ingin membagikannya kepada Anda.”

Guardiola tetap menjaga kerahasiaan, tapi sikapnya menunjukkan bahwa ia tidak meremehkan pendekatan yang digunakan Arsenal.

Kesimpulan: Taktik yang Efektif tapi Kontroversial

Arsenal musim ini berhasil menunjukkan bahwa tendangan pojok bukan hanya soal keberuntungan, tapi juga strategi yang bisa dirancang dengan matang. Mereka mencetak 16 gol dari situasi ini, menyamai rekor tertinggi dalam sejarah Liga Inggris.

Namun, pendekatan mereka juga menuai banyak kritik. Banyak pihak menyebutnya sebagai permainan yang tidak elegan, bahkan terlalu kasar. Wasit pun mulai merasa kewalahan menghadapi pergulatan di kotak penalti.

Yang jelas, fenomena ini menunjukkan bahwa sepak bola saat ini semakin taktis dan kompetitif. Tim mana pun yang bisa memanfaatkan situasi bola mati dengan baik akan memiliki keuntungan besar. Tapi, batas antara taktik cerdas dan permainan yang terlalu kasar tetap harus dijaga.

Disclaimer: Data dan statistik dalam artikel ini bersifat dan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung perkembangan musim serta sumber resmi Liga Inggris.