
Barcelona sedang mencari solusi untuk memperkuat lini belakang jelang bursa transfer musim panas 2026. Salah satu nama yang muncul sebagai opsi menarik adalah Nathan Ake dari Manchester City. Bek berkebangsaan Belanda ini dinilai sebagai alternatif yang lebih realistis secara finansial dibandingkan target-target lain seperti Alessandro Bastoni.
Minat Barcelona terhadap Ake bukan hal baru. Bahkan pada bursa transfer Januari lalu, klub Catalan itu sempat mengevaluasi kemungkinan meminjamnya. Namun, Manchester City menolak opsi pinjaman dan mematok harga jual minimal sebesar 25 juta euro, angka yang dianggap terlalu tinggi untuk kondisi keuangan Barcelona saat itu.
Profil Nathan Ake dan Alasan Barcelona Tertarik
Nathan Ake saat ini berusia 31 tahun dan memiliki kontrak dengan Manchester City hingga 2027. Ia bergabung dari Bournemouth pada 2020 dengan biaya £41 juta. Sejak saat itu, ia menjadi bagian dari skuad juara Liga Primer Inggris dan Liga Champions Eropa.
Namun, musim ini perannya mulai terpinggirkan. Di bawah asuhan Pep Guardiola, Ake hanya mencatat 14 penampilan di Premier League, dengan empat kali sebagai starter. Kondisi ini membuatnya bukan lagi pilihan utama di lini pertahanan The Citizens.
1. Fleksibilitas Posisi
Salah satu keunggulan utama Ake adalah fleksibilitasnya. Ia bisa bermain sebagai bek tengah maupun bek sayap kiri. Ini menjadi nilai tambah besar bagi Barcelona yang sedang mencari pemain yang bisa mengisi lebih dari satu posisi.
2. Pengalaman Kompetisi Eropa
Ake memiliki pengalaman bermain di level tertinggi Eropa, termasuk Liga Champions. Pengalamannya bersama Manchester City bisa menjadi modal penting bagi Barcelona dalam menghadapi tim-tim besar di kompetisi domestik maupun internasional.
3. Harga yang Lebih Terjangkau
Dengan nilai pasar sekitar 18 juta euro menurut Transfermarkt, Ake dianggap sebagai opsi yang lebih murah dibandingkan target lain seperti Bastoni. Barcelona yang sedang memperbaiki kondisi finansialnya tentu melirik pemain dengan banderol lebih realistis.
Kondisi Finansial Barcelona dan Strategi Transfer
Barcelona masih berjalan di bawah tekanan aturan Financial Fair Play. Klub ini memiliki utang transfer sebesar €159.1 juta, meski diimbangi dengan piutang sebesar €64.2 juta dari klub lain. Pendapatan total mereka pada tahun fiskal 2024-2025 mencapai €994 juta, menunjukkan adanya perbaikan ekonomi.
Namun, angka itu belum cukup untuk membenahi seluruh kebutuhan skuad. Barcelona perlu berhati-hati dalam menggelontorkan dana, terutama di tengah rencana mereka untuk mendatangkan striker baru.
1. Fokus pada Transfer Efisien
Barcelona kini lebih cenderung membidik pemain yang bisa memberikan nilai tinggi dengan biaya rendah. Ake masuk dalam kategori ini karena usianya yang sudah tidak muda, namun masih memiliki kualitas dan pengalaman.
2. Opsi Pinjaman dengan Opsi Beli
Salah satu strategi yang mungkin ditempuh adalah meminjam Ake dengan opsi pembelian di akhir musim. Ini akan memberi Barcelona ruang untuk mengevaluasi kembali situasi finansial dan performa pemain sebelum memutuskan kepemilikan permanen.
3. Prioritas Anggaran
Dengan rencana mendatangkan striker baru, Barcelona harus membagi anggaran dengan hati-hati. Bek tengah menjadi prioritas kedua, sehingga opsi murah seperti Ake sangat cocok dengan strategi klub saat ini.
Potensi Kepindahan Nathan Ake ke Barcelona
Manchester City sendiri dikabarkan siap melepas beberapa pemain untuk menyeimbangkan neraca keuangan klub. Ake, yang kontraknya masih panjang, bisa menjadi salah satu pemain yang ditawarkan.
Namun, harga jual Ake kemungkinan akan lebih tinggi dari nilai pasarnya. Manchester City dikenal menjaga harga jual pemain meski sudah tidak menjadi starter utama. Barcelona harus siap menawarkan paket menarik agar bisa membujuk klub asal Manchester tersebut.
1. Negosiasi Harga
Barcelona perlu menawarkan harga yang kompetitif. Jika ingin mendapat Ake dengan harga di bawah 25 juta euro, mereka harus menunjukkan niat serius dan menawarkan pembayaran fleksibel.
2. Kesiapan Teknis
Barcelona juga harus memastikan bahwa Ake benar-benar tertarik pindah. Usianya yang sudah 31 tahun membuat ia lebih memilih tetap di Manchester City jika tidak ada tawaran yang benar-benar menarik.
3. Kebutuhan Skuad
Ake bisa menjadi solusi jangka pendek bagi Barcelona. Meski bukan investasi jangka panjang, kehadirannya bisa menambah kedalaman skuad dan memberikan opsi baru bagi pelatih.
Perbandingan Opsi Bek Tengah Barcelona
Berikut adalah perbandingan antara beberapa opsi bek tengah yang sedang dipertimbangkan Barcelona:
| Nama Pemain | Usia | Posisi | Nilai Pasar | Klub | Keunggulan |
|---|---|---|---|---|---|
| Nathan Ake | 31 tahun | Bek tengah / Bek kiri | €18 juta | Manchester City | Fleksibel, pengalaman Eropa |
| Alessandro Bastoni | 27 tahun | Bek tengah / Bek kiri | €60 juta | Inter Milan | Muda, berkualitas tinggi |
| Jules Koundé | 26 tahun | Bek tengah / Bek kanan | €50 juta | Barcelona | Sudah ada di skuad |
| Ronald Araújo | 25 tahun | Bek tengah | €45 juta | Barcelona | Sudah adaptasi |
Dari tabel di atas, terlihat bahwa Ake adalah opsi termurah namun tetap menawarkan fleksibilitas dan pengalaman. Ini menjadikannya pilihan menarik bagi Barcelona yang sedang membatasi pengeluaran.
Kesimpulan
Barcelona memang sedang mempertimbangkan Nathan Ake sebagai salah satu opsi untuk memperkuat lini belakang. Meski bukan solusi jangka panjang, Ake bisa menjadi tambahan yang relevan dengan kondisi finansial dan kebutuhan skuad saat ini.
Fleksibilitas posisinya, pengalaman di kompetisi Eropa, serta harga yang lebih terjangkau menjadikannya pilihan yang logis. Namun, Barcelona tetap harus bersaing dengan klub lain dan memastikan bahwa Ake tertarik untuk pindah.
Negosiasi antara Barcelona dan Manchester City akan menjadi kunci dalam menentukan apakah transfer ini bisa terwujud. Jika berhasil, Ake bisa menjadi salah satu perekrutan cerdas Barcelona di bursa transfer musim panas 2026.
Disclaimer: Informasi dalam artikel ini bersifat spekulatif dan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung pada perkembangan di bursa transfer serta kebijakan klub terkait. Data harga dan nilai pasar bersifat estimasi berdasarkan sumber terpercaya dan dapat berbeda di waktu yang berbeda.





