
Program mudik gratis selalu jadi sorotan tiap menjelang Lebaran. Bukan cuma karena manfaatnya yang langsung dirasakan masyarakat, tapi juga karena antusiasme warga yang luar biasa tinggi. Tapi sayangnya, di tahun 2026 ini, program yang digelar Pemerintah Kota Medan justru menuai kritik dari DPRD setempat. Bukan soal manfaatnya, melainkan dari sistem pendaftarannya yang dinilai masih jauh dari kata transparan dan efektif.
Ketua Komisi II DPRD Medan, Kasman bin Marasakti Lubis, menyampaikan kritik tajam terhadap pelaksanaan program mudik gratis. Menurutnya, meski program ini sangat dinantikan masyarakat, cara pelaksanaannya justru menimbulkan kekecewaan. Sistem pendaftaran yang dipakai dianggap kurang profesional dan terkesan tidak transparan, hingga membuat banyak warga yang sudah rela antre berjam-jam tetap pulang dengan tangan kosong.
Kritik DPRD Medan Terhadap Program Mudik Gratis
Kasman menilai bahwa program mudik gratis sendiri sebenarnya sangat baik dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Tapi sayangnya, pelaksanaan di lapangan justru menimbulkan masalah. Banyak warga yang datang sejak pagi, antre berjam-jam, hanya untuk mendapati kuota sudah habis tanpa penjelasan yang jelas. Ini yang jadi poin penting dalam kritik DPRD.
Menurutnya, sistem yang digunakan saat ini belum cukup representatif. Informasi kuota yang tidak terbuka, antrean yang tidak terkelola dengan baik, dan kurangnya petugas yang memberikan penjelasan memadai, jadi faktor utama yang membuat masyarakat kecewa. Padahal, program ini seharusnya bisa menjadi ajang silaturahmi dan kebersamaan antara pemerintah dan rakyat.
1. Evaluasi Sistem Pendaftaran
Salah satu hal yang jadi sorotan adalah sistem pendaftaran yang masih manual dan tidak transparan. Banyak warga yang tidak tahu jumlah kuota yang tersedia, apalagi kuota yang sudah terisi. Ini jadi celah besar yang bisa menimbulkan kesalahpahaman.
2. Penyampaian Informasi yang Kurang Jelas
Petugas di lapangan juga dinilai belum memberikan informasi yang cukup kepada masyarakat. Padahal, informasi yang jelas dan terbuka bisa meminimalisir rasa kecewa dan kebingungan warga saat pendaftaran.
3. Antrean yang Tidak Terkelola
Antrean panjang yang tidak terkelola dengan baik jadi masalah tersendiri. Banyak warga yang datang sejak pagi, tapi tetap pulang dengan tangan kosong karena kuota sudah habis. Ini menunjukkan bahwa sistem yang digunakan belum efektif.
Usulan Perbaikan dari DPRD Medan
DPRD Medan punya beberapa usulan untuk memperbaiki program mudik gratis ke depannya. Salah satunya adalah dengan membuka sistem pendaftaran secara terbuka dan transparan. Ini diharapkan bisa meminimalisir antrean panjang dan potensi kesalahpahaman.
1. Sistem Pendaftaran Online yang Transparan
Usulan pertama adalah dengan mengembangkan sistem pendaftaran online yang bisa diakses langsung oleh masyarakat. Dengan begitu, informasi kuota bisa terlihat secara real time, dan warga bisa tahu kapan kuota tersedia atau habis.
2. Penambahan Kuota Mudik Gratis
Selain itu, DPRD juga menyarankan agar pemerintah kota menambah kuota mudik gratis di tahun-tahun mendatang. Mengingat antusiasme warga yang sangat tinggi, kuota yang tersedia saat ini dirasa belum memadai.
3. Penyuluhan dan Sosialisasi yang Lebih Baik
Penyuluhan dan sosialisasi juga jadi poin penting. Warga perlu tahu kapan pendaftaran dimulai, berapa kuota yang tersedia, dan bagaimana cara mendaftar yang benar. Ini bisa menghindari kebingungan dan kesalahpahaman di lapangan.
Tanggapan dari Dinas Perhubungan Kota Medan
Plt Kepala Dinas Perhubungan Kota Medan, Suriono, menyampaikan permintaan maaf atas banyaknya warga yang tidak kebagian kuota. Ia mengakui bahwa sistem yang digunakan memang masih jauh dari kata sempurna. Namun, pihaknya berjanji akan melakukan evaluasi menyeluruh untuk program tahun depan.
Menurut Suriono, pihaknya akan berupaya menambah kuota di tahun mendatang agar lebih banyak warga yang bisa menikmati program mudik gratis ini. Ia juga menyampaikan bahwa pemerintah kota sangat menghargai antusiasme masyarakat dan akan terus berupaya memperbaiki sistem agar lebih baik.
Data dan Statistik Program Mudik Gratis 2026
Berikut ini adalah data statistik terkait pelaksanaan program mudik gratis di Kota Medan tahun 2026:
| Aspek | Keterangan |
|---|---|
| Kuota Tersedia | 4.000 orang |
| Waktu Pendaftaran | 1 hari |
| Waktu Pelaksanaan | Sebelum Lebaran 2026 |
| Jumlah Peserta yang Terdaftar | 4.000 orang (kuota habis) |
| Kritik Utama | Sistem pendaftaran dan transparansi informasi |
Antusiasme Warga yang Tinggi
Antusiasme warga Medan terhadap program mudik gratis memang tidak perlu diragukan lagi. Dalam waktu satu hari saja, kuota 4.000 orang langsung habis. Banyak warga yang datang sejak pagi, bahkan sejak malam hari sebelumnya, demi mendapatkan tiket mudik gratis.
Sayangnya, antusiasme tinggi ini tidak diimbangi dengan sistem pendaftaran yang memadai. Banyak warga yang pulang dengan tangan kosong karena kuota sudah habis, meski sudah antre berjam-jam. Ini yang jadi poin penting dalam kritik DPRD Medan.
Penyebab Kekurangan Sistem
Beberapa faktor jadi penyebab utama kekurangan dalam sistem pendaftaran mudik gratis tahun ini:
1. Kurangnya Transparansi Informasi
Banyak warga yang tidak tahu jumlah kuota yang tersedia dan kuota yang sudah terisi. Ini jadi celah besar yang bisa menimbulkan kesalahpahaman.
2. Sistem Manual yang Rentan Kekeliruan
Sistem pendaftaran yang masih manual membuat proses menjadi lambat dan rentan terjadi kesalahan.
3. Petugas yang Belum Siap
Petugas di lapangan juga dinilai belum memberikan penjelasan yang cukup kepada masyarakat. Padahal, informasi yang jelas bisa meminimalisir rasa kecewa.
Rekomendasi untuk Program Tahun Depan
Agar program mudik gratis bisa berjalan lebih baik di tahun-tahun mendatang, ada beberapa rekomendasi penting yang bisa diterapkan:
1. Gunakan Sistem Online
Sistem pendaftaran online bisa memberikan informasi yang lebih transparan dan real time kepada masyarakat.
2. Tambah Kuota
Dengan melihat antusiasme warga, penambahan kuota bisa menjadi solusi agar lebih banyak warga yang bisa menikmati program ini.
3. Sosialisasi yang Lebih Baik
Sosialisasi yang lebih baik bisa menghindari kebingungan dan kesalahpahaman di lapangan.
4. Evaluasi Berkala
Evaluasi berkala bisa membantu pemerintah kota untuk terus memperbaiki sistem dan layanan yang diberikan kepada masyarakat.
Kesimpulan
Program mudik gratis memang sangat dinantikan masyarakat, terutama menjelang Lebaran. Namun, pelaksanaan yang kurang maksimal bisa menimbulkan kekecewaan. Evaluasi dari DPRD Medan jadi pelajaran penting bagi pemerintah kota untuk terus memperbaiki sistem dan layanan yang diberikan.
Dengan sistem yang lebih transparan, informasi yang jelas, dan kuota yang lebih memadai, program mudik gratis bisa menjadi ajang silaturahmi dan kebersamaan yang lebih bermakna. Semoga di tahun-tahun mendatang, program ini bisa berjalan lebih baik dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat Kota Medan.
Disclaimer: Data dan informasi dalam artikel ini bersifat sesuai dengan kondisi dan pelaporan hingga tanggal 7 Maret 2026. Perubahan kebijakan atau sistem di masa mendatang bisa saja terjadi tanpa pemberitahuan sebelumnya.





