Sebanyak 3 juta Penerima Manfaat () baru bakal mendapatkan bansos dari Program Keluarga Harapan (PKH) dan (BPNT). Angka ini diambil dari daftar penerima Bantuan Langsung Tunai Sejahtera Kesejahteraan Rakyat () yang sebelumnya telah disalurkan oleh pemerintah. Tapi nggak semua penerima BLTS Kesra otomatis masuk sebagai KPM baru PKH dan BPNT. Hanya golongan tertentu yang bakal dapet bansos ini.

Keputusan ini sudah ditetapkan oleh Kementerian Sosial. Dari 3 juta KPM baru, 1 juta di antaranya masuk ke program PKH, dan sisanya 2 juta masuk ke BPNT. Penerima BLTS Kesra yang masuk ke daftar ini biasanya berasal dari keluarga dengan kondisi paling rentan, yang diukur lewat desil .

Status Pencairan Bansos Masih Proses

Proses ini nggak langsung . Di Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation (SIKS NG), status untuk KPM baru masih tercatat sebagai “proses buka rekening kolektif” atau burekol. Ini berarti bahwa rekening untuk bansos belum sepenuhnya aktif.

Beberapa daerah sudah berhasil melewati tahap burekol, dan statusnya di SIKS NG sudah berubah jadi “berhasil cek rekening.” Tapi banyak juga wilayah yang masih dalam proses. Pencairan bansos memang dilakukan secara bertahap agar bisa terpantau dengan baik.

Setelah tahap burekol selesai, maka akan muncul keterangan berhasil cek rekening. Selanjutnya, akan diterbitkan Surat Perintah Membayar (SPM), lalu ditetapkan Standing Instruction (SI) sebagai instruksi teknis penyaluran bansos.

Distribusi Kartu Keluarga Sejahtera (KKS)

Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) bakal dibagikan oleh Bank Himbara melalui pendamping setempat. Kartu ini digunakan sebagai

Baca Juga:  Cek Penerima Bansos Akhir Maret 2026 Pakai HP dan KTP, Cara Mudah Tanpa Antri