Antam kembali naik pada perdagangan hari ini, Senin, 23 Februari 2026. Setelah sebelumnya berada di kisaran Rp53.150 per gram, kini logam mulia tersebut mencatatkan kenaikan sebesar Rp1.100, sehingga menyentuh level Rp54.250 per gram. Lonjakan ini menjadi perhatian tersendiri bagi investor dan kolektor logam mulia, terutama yang memantau pergerakan secara harian.

Pergerakan harga ini mencerminkan dinamika pasar global yang cukup volatil. Faktor eksternal seperti kebijakan moneter bank sentral besar, data ekonomi makro, hingga sentimen investor berperan besar dalam menentukan arah harga perak. Di tengah situasi tersebut, Antam sebagai salah satu produsen logam mulia terbesar di Indonesia, terus memantau dan menyesuaikan harga jualnya agar tetap selaras dengan pasar.

Harga Perak Antam Hari Ini

Pergerakan harga logam mulia Antam hari ini menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan. Kenaikan sebesar Rp1.100 per gram membawa harga perak ke level tertinggi dalam beberapa pekan terakhir. Investor dan pembeli ritel mulai kembali memperhatikan potensi perak sebagai instrumen alternatif yang relatif stabil dibandingkan aset berisiko tinggi.

Berikut adalah rincian harga perak Antam terbaru:

Jenis Produk Harga (Rp)
Perak Batangan 1 gram 54.250
Perak Batangan 5 gram 271.250
Perak Batangan 10 gram 542.500
Perak Batangan 25 gram 1.356.250
Perak Batangan 50 gram 2.712.500

Faktor yang Mendorong Kenaikan Harga Perak

  1. Kebijakan Suku Bunga Global
Baca Juga:  Nishab Perak: Syarat & Cara Hitung yang Wajib Diketahui

Kebijakan bank sentral dunia, khususnya Federal Reserve, masih menjadi sorotan utama. Ketika suku bunga cenderung turun atau stagnan, investor cenderung mencari aset yang dianggap lebih aman. Perak, meskipun lebih volatil daripada emas, tetap menjadi pilihan karena likuiditasnya yang tinggi.

  1. Permintaan Investasi dan Perhiasan

Permintaan perak tidak hanya datang dari sektor investasi, tetapi juga dari industri perhiasan. Di pasar domestik, permintaan perak Antam biasanya meningkat menjelang hari besar keagamaan atau perayaan . Hal ini memicu penyesuaian harga ke atas sebagai respons terhadap permintaan yang naik.

  1. Dolar Melemah

Dolar yang melemah terhadap mata uang global lainnya membuat komoditas seperti perak lebih murah bagi pembeli dari negara lain. Ini meningkatkan daya tarik perak sebagai aset investasi lintas negara, termasuk Indonesia.

Sejarah Harga Perak Antam dalam Beberapa Bulan Terakhir

Pergerakan harga perak Antam dalam beberapa bulan terakhir menunjukkan fluktuasi yang cukup dinamis. Pada awal tahun 2026, harga per gram berada di kisaran Rp50.000-an. Namun, seiring dengan ketidakpastian global dan peningkatan permintaan, harga terus mengalami penyesuaian.

Bulan Harga Rata-Rata (Rp/gram)
Januari 2026 50.500
Februari 2026 53.200 (hingga 23 Feb)

Cara Membeli Perak Antam

  1. Datang Langung ke Gerai Antam

Cara paling langsung adalah dengan mengunjungi gerai resmi Antam yang tersebar di berbagai kota besar. Pembeli bisa memilih berbagai ukuran batangan perak, mulai dari 1 gram hingga 50 gram.

  1. Melalui Aplikasi Online Resmi

Antam menyediakan layanan pembelian online melalui aplikasi resmi mereka. Pengguna bisa memilih produk, melakukan pembayaran, dan menjadwalkan pengambilan di lokasi terdekat.

  1. Melalui Dealer Resmi

Selain gerai langsung, Antam juga bekerja sama dengan dealer resmi yang tersebar di berbagai daerah. Ini memudahkan masyarakat di luar kota besar untuk mengakses produk perak Antam.

Baca Juga:  Dokter Gigi Terbaik di Medan yang Wajib Kamu Coba Sekarang Juga!

Keunggulan Investasi Perak Antam

Perak Antam menawarkan sejumlah keunggulan dibandingkan dengan instrumen investasi lainnya. Pertama, produk ini memiliki legalitas yang jelas karena diproduksi oleh BUMN . Kedua, perak Antam memiliki sertifikat keaslian yang bisa diverifikasi secara digital.

Selain itu, perak juga memiliki potensi apresiasi nilai yang baik dalam jangka panjang. Meskipun volatilitasnya lebih tinggi dibandingkan emas, perak tetap menjadi pilihan yang menarik bagi investor yang ingin diversifikasi portofolio.

Tips Investasi Perak untuk Pemula

  1. Pahami Tujuan Investasi

Sebelum membeli perak, penting untuk memahami tujuan investasi. Apakah untuk jangka pendek atau sebagai bagian dari portofolio jangka panjang?

  1. Pantau Pergerakan Harga Secara Berkala

Harga perak bisa berubah dengan cepat. Oleh karena itu, pantau pergerakan harga secara berkala untuk mengambil keputusan yang tepat.

  1. Pilih Produk dengan Kualitas Terjamin

Pastikan membeli perak Antam resmi dengan sertifikat keaslian. Hindari produk abal-abal yang tidak memiliki legalitas jelas.

  1. Mulai dengan Nominal Kecil

Bagi , disarankan untuk mulai dengan nominal kecil terlebih dahulu. Ini membantu memahami mekanisme investasi tanpa risiko besar.

Perbandingan Harga Perak dengan Logam Mulia Lain

Jenis Logam Harga per Gram (Rp)
Perak Antam 54.250
(24 Karat) 1.200.000
Platina 450.000

Dari di atas, terlihat bahwa perak masih jauh lebih terjangkau dibandingkan emas atau platina. Ini menjadikannya pilihan yang menarik bagi investor pemula atau masyarakat dengan daya beli terbatas.

Potensi Risiko dalam Investasi Perak

Investasi perak, seperti halnya logam mulia lainnya, tidak sepenuhnya tanpa risiko. Fluktuasi harga yang tinggi bisa menjadi tantangan tersendiri. Selain itu, likuiditas perak juga tidak sebesar emas, sehingga bisa sedikit lebih sulit dijual dalam jumlah besar dalam waktu singkat.

Baca Juga:  Cek Desil DTSEN 2026 Online dengan NIK KTP, Begini Cara Mudahnya!

Namun, jika dikelola dengan baik, investasi perak bisa menjadi bagian penting dari strategi diversifikasi kekayaan.

Penutup

Harga perak Antam yang mencapai Rp54.250 per gram hari ini mencerminkan dinamika pasar yang terus bergerak. Bagi yang tertarik berinvestasi, saat ini bisa menjadi waktu yang tepat untuk memantau peluang. Namun, seperti semua investasi, penting untuk memahami risiko dan manfaatnya secara menyeluruh.

Disclaimer: Harga logam mulia dapat berubah sewaktu-waktu tergantung pada kondisi pasar global dan kebijakan internal Antam. Informasi dalam ini bersifat referensi dan bukan sebagai saran investasi finansial.