
Tahun pajak 2026 sudah di depan mata, dan bagi mereka yang terbiasa mengurus SPT tahunan, pasti sudah mengenal aplikasi Coretax. Nah, saat pertama kali login atau reset password di Coretax 2026, ada satu hal yang sering bikin bingung: passphrase.
Passphrase di Coretax 2026 bukan sekadar password biasa. Ini adalah kombinasi khusus yang berperan sebagai kunci keamanan tambahan untuk melindungi data pajak pribadi dari akses tidak sah. Lantas, apa sih tepatnya passphrase itu, dan bagaimana cara membuatnya dengan benar?
Apa Itu Passphrase di Coretax 2026?
Passphrase adalah frasa kunci yang berfungsi sebagai verifikasi keamanan sekunder dalam Coretax 2026. Berbeda dengan password yang sifatnya rahasia, passphrase ini akan diminta Direktorat Jenderal Pajak (DJP) untuk memverifikasi identitas pengguna pada situasi tertentu, misalnya saat melakukan pengajuan perubahan data atau transaksi sensitif lainnya.
Singkatnya, passphrase adalah “pertanyaan keamanan” yang jawabannya hanya diketahui oleh pemilik akun. Jadi, jika ada yang mencoba mengakses akun tanpa izin, sistem akan menanyakan passphrase ini sebagai lapisan keamanan tambahan.
Perbedaan Password dan Passphrase di Coretax
Banyak pengguna yang masih bingung membedakan keduanya. Password adalah kode rahasia untuk login, sementara passphrase adalah pertanyaan keamanan yang jawabannya hanya diketahui pemilik akun sah.
Dalam sistem Coretax 2026, keduanya bekerja beriringan. Password melindungi akun dari akses awal, sedangkan passphrase melindungi dari verifikasi lanjutan ketika ada aktivitas mencurigakan atau perubahan data penting.
Contoh Passphrase Coretax 2026 yang Benar
Direktur Jenderal Pajak menyediakan beberapa pilihan pertanyaan keamanan yang bisa dipilih sesuai preferensi. Berikut adalah contoh passphrase yang sering digunakan dan cara menjawabnya dengan benar:
Contoh 1: “Apa nama belakang ibu kandung Anda?”
Jawaban yang benar: Tulis nama belakang ibu kandung dengan format standar, misalnya “Suryanto” (tanpa gelar, tanpa titik).
Contoh 2: “Berapa banyak anak Anda?”
Jawaban yang benar: Tulis angka saja, misalnya “3” atau “0” jika tidak memiliki anak.
Contoh 3: “Tahun berapa Anda dilahirkan?”
Jawaban yang benar: Tulis tahun dalam format angka, misalnya “1985” atau “1990”.
Contoh 4: “Siapa nama panggilan Anda saat kecil?”
Jawaban yang benar: Tulis nama panggilan yang paling sering digunakan keluarga, misalnya “Riri” atau “Bambang”.
Contoh 5: “Apa warna favorit Anda?”
Jawaban yang benar: Tulis warna dengan huruf kecil, misalnya “biru” atau “merah”.
Tips Penting Saat Membuat Passphrase
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar passphrase Anda aman dan mudah diingat:
Pilih pertanyaan yang mudah dijawab sendiri. Jangan pilih pertanyaan yang jawabannya bisa ditebak oleh orang lain, seperti tanggal lahir yang sudah tercantum di KTP. Lebih baik pilih informasi pribadi yang hanya diketahui keluarga dekat.
Hindari informasi yang mudah dicari di media sosial. Jika nama ibu kandung atau tanggal kelahiran sudah Anda share di Instagram atau Facebook, itu bukan pilihan aman untuk passphrase.
Tuliskan jawaban secara konsisten. Pastikan ejaan, penggunaan huruf besar-kecil, dan format selalu sama setiap kali diminta sistem. Misalnya, jika Anda menulis “Budi” pertama kali, jangan kemudian tulis “budi” atau “BUDI”.
Catat di tempat aman. Meskipun harus diingat, tidak ada salahnya menulis passphrase di tempat yang sangat aman, jauh dari tempat orang lain bisa akses. Gunakan buku catatan yang disimpan di rumah, bukan di aplikasi digital yang mudah diretas.
Cara Membuat Passphrase Coretax 2026 dengan Benar
Proses pembuatan passphrase dilakukan saat pendaftaran akun atau reset password di Coretax. Berikut langkah-langkahnya:
Langkah 1: Buka aplikasi atau website Coretax. Masuk ke situs resmi DJP Coretax atau download aplikasi mobile Coretax dari Play Store/App Store.
Langkah 2: Pilih opsi “Daftar” atau “Reset Password”. Jika baru pertama kali, pilih pendaftaran akun baru. Jika sudah punya akun, pilih opsi lupa password.
Langkah 3: Isi data diri sesuai dokumen resmi. Pastikan NPWP, nama, dan tanggal lahir sesuai dengan yang terdaftar di sistem DJP. Kesalahan sekecil apapun akan menyebabkan pendaftaran gagal.
Langkah 4: Pilih pertanyaan keamanan (passphrase). Sistem akan menampilkan beberapa pilihan pertanyaan. Pilih satu pertanyaan yang paling mudah diingat dan jawaban hanya diketahui oleh Anda.
Langkah 5: Tulis jawaban dengan format yang benar. Isi jawaban sesuai dengan contoh yang diberikan. Perhatikan bahwa sistem Coretax biasanya case-sensitive, artinya membedakan huruf besar dan kecil.
Langkah 6: Konfirmasi dan simpan. Setelah mengisi semua data, sistem akan meminta konfirmasi. Pastikan semua sudah benar sebelum klik tombol “Simpan” atau “Lanjutkan”.
Apa Harus Dilakukan Jika Lupa Passphrase?
Tidak perlu panik jika lupa passphrase. Ada beberapa cara untuk mengatasinya:
Hubungi Customer Service DJP. Pengguna bisa menghubungi call center Coretax melalui nomor 1500-200 atau mengunjungi kantor DJP terdekat untuk verifikasi identitas dan reset passphrase.
Gunakan fitur bantuan di aplikasi. Coretax biasanya menyediakan menu “Bantuan” atau “Hubungi Kami” yang bisa digunakan untuk mengingatkan passphrase melalui email terdaftar atau SMS ke nomor telepon yang terdaftar.
Verifikasi melalui OTP. Sistem mungkin akan mengirimkan kode OTP (One Time Password) ke email atau WhatsApp untuk memverifikasi bahwa Anda adalah pemilik akun yang sah sebelum reset passphrase dilakukan.
Keamanan Data Pajak Dimulai dari Passphrase yang Kuat
Passphrase di Coretax 2026 bukan fitur yang berbelit-belit, melainkan investasi keamanan untuk melindungi informasi pajak pribadi. Semakin hati-hati dalam memilih dan menjaga passphrase, semakin aman data pajak dari ancaman cyber.
Dengan mengikuti panduan ini, proses pembuatan passphrase seharusnya menjadi lebih mudah dan tidak lagi membingungkan. Terima kasih sudah membaca, semoga pengurusan pajak di tahun 2026 berjalan lancar tanpa hambatan.
FAQ Seputar Passphrase Coretax 2026
1. Apakah passphrase sama dengan password di Coretax?
Tidak. Password adalah kode login, sementara passphrase adalah pertanyaan keamanan yang menjadi verifikasi tambahan untuk transaksi atau perubahan data tertentu.
2. Berapa karakter minimal passphrase di Coretax 2026?
Passphrase bukan soal jumlah karakter, melainkan jawaban yang konsisten dari pertanyaan keamanan yang dipilih. Tidak ada batasan karakter minimum karena tergantung pertanyaan yang dipilih.
3. Bisakah passphrase diubah setelah didaftar?
Ya, pengguna bisa mengganti passphrase dengan masuk ke menu pengaturan akun atau keamanan di Coretax, kemudian pilih opsi “Ubah Passphrase”.
4. Apa yang terjadi jika passphrase salah saat verifikasi?
Sistem akan menolak transaksi atau perubahan data dan meminta Anda memasukkan passphrase yang benar. Jika salah berkali-kali, akun mungkin akan terkunci sementara untuk keamanan.
5. Bagaimana jika email atau nomor telepon terdaftar sudah tidak aktif?
Hubungi kantor DJP atau call center Coretax dengan membawa dokumen identitas resmi. Petugas akan membantu verifikasi identitas dan update informasi kontak Anda sebelum reset passphrase dilakukan.





