
Ratusan pedagang Pasar Raya Padang tengah menanti keputusan resmi dari Pemerintah Kota terkait izin berjualan di sore hari selama bulan Ramadan. Permintaan ini muncul sebagai respons terhadap kebutuhan ekonomi mereka yang meningkat menjelang dan selama bulan suci. Ketua Komisi II DPRD Kota Padang, Rachmad Wijaya, memastikan bahwa aspirasi para pedagang telah disampaikan ke pimpinan DPRD dan selanjutnya diteruskan ke Wali Kota Padang, Fadly Amran.
Permintaan ini bukan sekadar keinginan sesaat. Banyak di antara pedagang bergantung pada pendapatan sore hari, terutama selama Ramadan ketika aktivitas masyarakat meningkat menjelang berbuka puasa. Namun, kebijakan saat ini belum memungkinkan mereka beroperasi di luar jam pagi. Sehingga, mereka berharap ada penyesuaian aturan yang memberikan ruang usaha lebih fleksibel tanpa mengorbankan ketertiban umum.
Aspirasi Pedagang Disampaikan ke DPRD
Permintaan pedagang ini tidak muncul begitu saja. Sejak beberapa pekan lalu, ratusan pelaku usaha kecil di kawasan Pasar Raya Padang telah menyampaikan aspirasi secara langsung. Mereka datang dari berbagai titik di pasar, termasuk Jalan Permindo, tenda kuning, hingga area Selasar. Total, lebih dari 400 pedagang menyuarakan keinginan yang sama: diizinkan berjualan mulai pukul 17.00 WIB hingga malam hari.
-
Hearing bersama Komisi II DPRD Padang
Komisi II DPRD Padang menggelar pertemuan khusus dengan para pedagang dan instansi terkait. Dalam pertemuan itu, berbagai masalah lapangan disampaikan, mulai dari keterbatasan waktu berjualan hingga penataan lokasi usaha yang belum optimal. -
Dokumentasi aspirasi dari berbagai kelompok pedagang
Hasil pendataan menunjukkan bahwa 98 pedagang di Jalan Permindo, 183 pedagang UMKM Mandiri, 40 pedagang bawah tenda kuning, 40 perwakilan PBHI, serta 67 pedagang Selasar menyampaikan permintaan yang serupa. Semua pihak sepakat bahwa izin berjualan sore hari selama Ramadan akan sangat membantu peningkatan pendapatan mereka.
Komitmen DPRD untuk Kawal Aspirasi
Rachmad Wijaya menegaskan bahwa DPRD tidak akan diam saja melihat persoalan yang menyangkut kesejahteraan ratusan keluarga. Komisi II berkomitmen untuk terus mengawal proses ini hingga ada keputusan yang menguntungkan semua pihak.
-
Penyampaian aspirasi ke pimpinan DPRD
Setelah hearing, Rachmad langsung berkoordinasi dengan Ketua DPRD Kota Padang, Muharlion, untuk memastikan bahwa suara pedagang sampai ke meja pimpinan. Usulan tersebut kemudian disampaikan ke Wali Kota Padang. -
Menunggu keputusan resmi dari Wali Kota
Saat ini, DPRD sedang menunggu respons resmi dari Wali Kota Fadly Amran. Keputusan ini akan menjadi dasar apakah pedagang boleh berjualan sore hari atau tidak selama Ramadan.
Regulasi dan Penataan yang Dibutuhkan
Selain izin berjualan, pedagang juga meminta agar kebijakan yang diambil tidak hanya bersifat sementara. Mereka ingin regulasi yang jelas dan berkelanjutan, termasuk penataan lokasi usaha agar tidak mengganggu arus lalu lintas dan aktivitas pasar.
-
Penyusunan regulasi khusus oleh Dinas Perdagangan
DPRD meminta Dinas Perdagangan Kota Padang untuk menyusun aturan khusus bagi pedagang kaki lima (PKL) yang ingin berjualan di sore hari. Aturan ini diharapkan bisa menjaga ketertiban sekaligus memberikan ruang usaha yang layak. -
Solusi permanen untuk Fase VII Pasar Raya
Salah satu titik yang menjadi sorotan adalah Fase VII Pasar Raya Padang. Banyak pedagang mengeluhkan keterbatasan ruang dan ketidakjelasan aturan di area ini. DPRD berharap solusi yang diambil bisa menyelesaikan masalah ini secara tuntas.
Harapan Pedagang dan Respons Masyarakat
Permintaan ini mendapat sambutan beragam dari masyarakat. Sebagian menyambut positif karena melihat ini sebagai upaya pemerintah mendukung ekonomi kecil. Namun, sebagian lain khawatir akan terjadi penumpukan kendaraan dan kerumunan di sore hari.
-
Meningkatkan pendapatan menjelang berbuka puasa
Banyak pedagang menjelaskan bahwa sore hari adalah waktu emas untuk berjualan. Mereka menjual takjil, minuman, dan makanan ringan yang dicari masyarakat menjelang waktu berbuka. -
Menjaga ketertiban dan keamanan pasar
Meski ingin berjualan sore, para pedagang juga menyadari pentingnya menjaga ketertiban. Mereka siap bekerja sama dengan pihak keamanan dan dinas terkait untuk memastikan tidak terjadi gangguan.
Tabel Perbandingan Jam Operasional Pedagang
Berikut adalah perbandingan jam operasional yang diinginkan oleh pedagang dan ketentuan yang berlaku saat ini:
| Kelompok Pedagang | Jam Berjualan Saat Ini | Jam Berjualan yang Diminta |
|---|---|---|
| Pedagang Jalan Permindo | 08.00 – 16.00 WIB | 08.00 – 20.00 WIB |
| Pedagang UMKM Mandiri | 07.00 – 16.00 WIB | 07.00 – 20.00 WIB |
| Pedagang Bawah Tenda Kuning | 08.00 – 17.00 WIB | 08.00 – 20.00 WIB |
| Pedagang Selasar | 07.00 – 16.00 WIB | 07.00 – 20.00 WIB |
Potensi Dampak Positif dan Tantangan
Jika kebijakan ini disetujui, tidak hanya pedagang yang diuntungkan. Masyarakat juga bisa menikmati akses lebih mudah ke berbagai kebutuhan menjelang berbuka puasa. Namun, tentu saja ada tantangan yang perlu dikelola dengan baik.
-
Peningkatan aktivitas ekonomi lokal
Izin berjualan sore hari berpotensi meningkatkan omzet pedagang hingga 40 persen selama Ramadan. Ini juga bisa memicu peningkatan pendapatan bagi para pengrajin dan produsen lokal yang memasok barang ke pasar. -
Pengelolaan arus lalu lintas dan keamanan
Salah satu tantangan utama adalah bagaimana menjaga arus lalu lintas tetap lancar. Diperlukan koordinasi ketat antara pihak kepolisian, Dishub, dan DPRD agar tidak terjadi kemacetan atau kekisruhan.
Langkah Selanjutnya Menuju Kebijakan Final
DPRD Padang menyatakan kesiapan untuk memfasilitasi pertemuan lanjutan antara pedagang, pemerintah kota, dan instansi terkait. Tujuannya agar kebijakan yang diambil tidak hanya adil, tetapi juga berkelanjutan.
-
Rapat lanjutan antara DPRD, Pemkot, dan pedagang
DPRD berencana menggelar rapat khusus untuk membahas regulasi dan penataan lapangan. Peserta akan melibatkan perwakilan pedagang, Dinas Perdagangan, Dishub, dan Satpol PP. -
Penyusunan regulasi permanen
Tujuan akhir dari proses ini adalah terbitnya aturan permanen yang mengatur jam operasional pedagang selama Ramadan, termasuk mekanisme pengawasan dan penataan ruang.
Kesimpulan
Permintaan ratusan pedagang Pasar Raya Padang untuk berjualan sore hari selama Ramadan bukan sekadar soal waktu. Ini adalah upaya mereka untuk bertahan dan berkembang di tengah keterbatasan. Dengan dukungan kebijakan yang tepat, bukan tidak mungkin Pasar Raya Padang bisa menjadi lebih hidup dan memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas.
Namun, tentu saja semua itu tergantung pada keputusan Wali Kota Padang. Sampai saat ini, belum ada kepastian kapan keputusan itu akan diumumkan. Yang jelas, para pedagang tetap menanti dengan harapan.
Disclaimer: Informasi dalam artikel ini bersifat terkini hingga tanggal publikasi. Kebijakan dan keputusan yang disebutkan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung pada dinamika pemerintahan dan kondisi lapangan.





