

Pada tahun 2026, dunia pendidikan dasar di Indonesia akan menyaksikan perubahan signifikan dalam skema evaluasi akademik siswa. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) resmi mengumumkan penyederhanaan struktur Tes Kemampuan Akademik (TKA) untuk jenjang SD/MI dan sederajat. Perubahan ini hadir sebagai respons terhadap kebutuhan evaluasi yang lebih mendalam terhadap literasi dan numerasi dasar siswa, tanpa membebani mereka dengan terlalu banyak materi hafalan.
Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa siswa tidak hanya pandai menghafal, tetapi juga mampu berpikir kritis dan menerapkan pengetahuan dalam konteks nyata. Dengan fokus pada dua bidang utama, yakni Bahasa Indonesia dan Matematika, TKA 2026 menawarkan pendekatan yang lebih realistis dan bermakna dalam mengukur kemampuan akademik awal siswa.
Mata Pelajaran dalam TKA SD/MI 2026
Ujian TKA SD/MI 2026 hanya mencakup dua mata pelajaran inti. Keputusan ini diambil untuk menghindari kelelahan siswa dan memungkinkan evaluasi yang lebih fokus dan berkualitas. Keduanya dirancang untuk mengukur kompetensi dasar yang penting bagi perkembangan pendidikan selanjutnya.
| Mata Pelajaran | Durasi Ujian | Fokus Evaluasi |
|---|---|---|
| Bahasa Indonesia | 60 menit | Literasi membaca dan pemahaman teks |
| Matematika | 60 menit | Numerasi dan aplikasi konsep matematika |
1. Teks Informasi dan Fiksi
Salah satu elemen penting dalam ujian Bahasa Indonesia adalah kemampuan memahami berbagai jenis teks. Siswa akan diberi teks non-fiksi yang berisi informasi faktual seperti laporan sederhana atau panduan praktis. Selain itu, juga ada teks fiksi berupa cerita pendek atau dongeng yang mengandung nilai moral dan karakter.
2. Kebahasaan dan Literasi Kritis
Bagian ini menguji keterampilan memahami struktur kalimat, kosakata, dan kemampuan menarik kesimpulan dari bacaan. Siswa dituntut untuk menganalisis informasi secara kritis, menentukan ide pokok, serta memberikan respons terhadap pesan yang disampaikan dalam teks.
Kisi-Kisi Materi Matematika TKA 2026
Materi Matematika dalam TKA SD/MI 2026 tidak lagi berfokus pada rumus-rumus abstrak. Sebaliknya, ujian ini menekankan pada penerapan konsep matematika dalam situasi sehari-hari. Tujuannya adalah agar siswa bisa memahami bahwa matematika bukan hanya pelajaran di kelas, tapi juga alat bantu dalam kehidupan nyata.
1. Bilangan dan Operasi Hitung
Submateri ini mencakup pemahaman dasar tentang angka, termasuk bilangan bulat dan pecahan. Siswa akan diuji kemampuannya dalam melakukan operasi hitung dasar seperti penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian, baik dalam bentuk simbol maupun representasi visual.
2. Geometri, Pengukuran, dan Data
Di bagian ini, siswa akan berhadapan dengan soal-soal terkait bangun datar dan ruang. Mereka diminta menghitung luas, keliling, serta volume sederhana. Selain itu, ada pula materi pengukuran waktu, panjang, berat, dan sudut. Terakhir, pengolahan data dalam bentuk tabel dan diagram juga menjadi bagian dari ujian.
Format Soal TKA SD/MI 2026
Bukan sekadar soal pilihan ganda biasa, TKA 2026 menggunakan berbagai format untuk menguji kemampuan berpikir tingkat tinggi. Hal ini mencerminkan upaya untuk menilai bukan hanya hafalan, tetapi juga logika dan pemecahan masalah.
1. Pilihan Ganda Sederhana
Model soal ini menuntut siswa memilih satu jawaban yang paling tepat dari beberapa pilihan yang tersedia. Meski terlihat mudah, soal ini tetap dirancang untuk memperdalam pemahaman.
2. Pilihan Ganda Kompleks
Berbeda dengan format sebelumnya, model ini memungkinkan lebih dari satu jawaban benar. Siswa harus membaca soal dengan lebih teliti dan mempertimbangkan semua kemungkinan jawaban yang relevan.
3. Model Kategori (Benar/Salah)
Format ini menuntut kemampuan klasifikasi dan analisis. Siswa diberikan beberapa pernyataan dan harus menilai masing-masing sebagai benar atau salah berdasarkan informasi dari teks atau konteks soal.
Jadwal Pelaksanaan TKA SD/MI 2026
Ujian TKA SD/MI 2026 akan diselenggarakan pada akhir Maret hingga awal April 2026. Rentang waktu ini memberikan kesempatan bagi sekolah dan orang tua untuk mempersiapkan siswa secara maksimal melalui latihan soal dan simulasi ujian yang sesuai.
| Tahapan | Waktu Pelaksanaan | Keterangan |
|---|---|---|
| Persiapan Sekolah | Februari – Maret 2026 | Sinkronisasi materi dan simulasi ujian |
| Pelaksanaan TKA | Akhir Maret – Awal April 2026 | Ujian dilaksanakan sesuai jadwal sekolah |
| Analisis Hasil | April – Mei 2026 | Penilaian dan pelaporan hasil ujian |
Tips Persiapan TKA SD/MI 2026
Menghadapi TKA 2026 memang butuh persiapan matang. Bukan sekadar belajar, tetapi juga latihan pola pikir dan strategi menjawab soal. Berikut beberapa langkah yang bisa membantu siswa tampil maksimal.
1. Pahami Kisi-Kisi Materi
Mulailah dengan membaca dan memahami kisi-kisi yang sudah dirilis oleh Kemendikdasmen. Fokus pada dua mata pelajaran utama, yakni Bahasa Indonesia dan Matematika, agar tidak kehilangan arah belajar.
2. Latih Kemampuan Literasi dan Numerasi
Perbanyak bacaan dan latih kemampuan memahami teks informasi serta fiksi. Di sisi lain, latih juga kemampuan berhitung dan menyelesaikan masalah matematis dalam konteks kehidupan sehari-hari.
3. Gunakan Latihan Soal Format TKA
Gunakan soal-soal simulasi yang mengikuti format TKA 2026. Ini akan membantu siswa terbiasa dengan model soal beragam seperti pilihan ganda kompleks dan kategori benar/salah.
4. Ikuti Simulasi Ujian
Simulasi ujian bisa memberikan gambaran nyata tentang suasana ujian. Sekolah sebaiknya mengadakan simulasi berkala agar siswa terbiasa dengan tekanan waktu dan jenis soal.
5. Dampingi dengan Santai
Orang tua dan pengajar memiliki peran penting. Namun, pendampingan harus tetap santai dan tidak membebani. Fokuslah pada motivasi dan kepercayaan diri siswa.
Disclaimer
Informasi yang disajikan dalam artikel ini didasarkan pada regulasi dan kisi-kisi yang telah dirilis hingga Februari 2026. Namun, tetap dimungkinkan adanya perubahan dalam jadwal, format, atau materi ujian sesuai dengan kebijakan terbaru dari Kemendikdasmen. Sebaiknya selalu merujuk pada sumber resmi untuk informasi terkini.





