PT Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) telah menggelar dua rapat penting sepanjang 2025 yang menghasilkan keputusan strategis bagi perseroan. Bank Mandiri menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada Selasa (25/3/2025) yang menghasilkan beberapa keputusan penting terkait pembagian dividen, perubahan susunan direksi dan komisaris, serta rencana pembelian kembali alias buyback saham.

Nah, bagi investor BMRI atau yang berencana berinvestasi di sektor perbankan, memahami hasil RUPS ini sangat krusial. Keputusan yang diambil berdampak langsung pada prospek dan valuasi saham ke depan.

Dividen Jumbo Rp 43,5 Triliun

Salah satu poin paling dinanti dari hasil RUPS adalah keputusan mengenai penggunaan laba bersih perseroan. Dalam RUPST tersebut, Bank Mandiri memutuskan untuk membagikan dividen sebesar Rp 43,5 triliun, yang setara dengan Rp 466,18 per saham. Dividen BMRI ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya dan mencerminkan dividend payout ratio () sebesar 78 persen dari laba bersih tahun buku 2024.

Keterangan Detail
Total Dividen Tunai Rp 43,5 triliun
Dividen Per Saham Rp 466,18
Dividend Payout Ratio 78% dari laba bersih 2024
Laba Bersih 2024 Rp 55,8 triliun
Estimasi Dividend Yield ±7,72%

Dengan laba bersih konsolidasi sebesar Rp 55,78 triliun pada tahun 2024, dividen per lembar saham memberikan potensi imbal hasil dividen (dividend yield) sebesar 7,72 persen berdasarkan harga saham BMRI pada penutupan perdagangan sebelumnya. Angka ini tergolong tinggi dibandingkan emiten perbankan Big Caps lainnya.

Perombakan Besar Jajaran Direksi

Perubahan signifikan terjadi dalam struktur kepemimpinan Bank Mandiri sepanjang 2025. RUPST Maret 2025 menjadi awal perombakan, yang kemudian dilanjutkan dengan RUPSLB pada Agustus 2025.

Baca Juga:  Jadwal Operasional BI Nataru 2026 Resmi Rilis Ada Perpanjangan Jam BI-RTGS Hingga Malam

Hasil RUPST Maret 2025

Darmawan Junaidi kembali dipercaya menjabat sebagai Direktur Utama Bank Mandiri untuk periode 2025-2030. Riduan, yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Corporate Banking, diangkat sebagai Wakil Direktur Utama menggantikan Alexandra Askandar.

Novita Widya Anggraini ditunjuk sebagai Direktur Keuangan, menggantikan Sigit Prastowo. Novita kembali ke Bank Mandiri setelah sebelumnya menjabat sebagai Direktur Keuangan di PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI).

Hasil RUPSLB Agustus 2025: Pergantian Direktur Utama

Perubahan lebih dramatis terjadi beberapa bulan kemudian. Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. pada Senin, 4 Agustus 2025, menunjuk Riduan sebagai Direktur Utama. Posisi Riduan menggantikan Darmawan Junaidi yang telah menjabat sejak 2020

Bank Mandiri memutuskan untuk memberhentikan Darmawan Junaidi dari posisi Direktur Utama serta Toni E. B. Subari dari jabatan Direktur Operations. Sebagai penggantinya, Riduan ditunjuk menjadi Direktur Utama yang baru, dengan Henry Pandjaitan menduduki posisi Wakil Direktur Utama.

Sementara itu, Timothy Utama dipercaya sebagai Direktur Operations dan Sunarto mengisi posisi Direktur Information Technology.

Susunan Lengkap Direksi Bank Mandiri Terbaru

Berikut susunan lengkap jajaran direksi Bank Mandiri setelah RUPSLB 4 Agustus 2025:

Jabatan Nama Keterangan
Direktur Utama Riduan Baru (sebelumnya Wadirut)
Wakil Direktur Utama Henry Panjaitan Baru (dari Jamkrindo)
Direktur Operations Timothy Utama Baru
Direktur Information Technology Sunarto Baru
Novita Widya Anggraini Tetap
Eka Fitria
Direktur Manajemen Risiko Danis Subyantoro
Direktur Commercial Banking Totok Priyambodo
Direktur Corporate Banking M.
Direktur Consumer Banking Saptari
Direktur Jaringan dan Dana Ritel Jan Winston Tambunan
Ari Rizaldi

Baris hijau menandakan posisi yang mengalami perubahan signifikan dalam RUPSLB Agustus 2025.

Profil Riduan: Direktur Utama Baru Bank Mandiri

Pria kelahiran Palembang pada 1970 ini mengenyam pendidikan sarjana di Universitas Sriwijaya jurusan ekonomi akuntansi pada 1995. Riduan melanjutkan pendidikan ke jenjang master di universitas yang sama dengan jurusan manajemen pada 2007.

Baca Juga:  Cara Setor Tunai di ATM BRI 2026, Limit, Biaya Admin, dan Solusi Uang Tidak Masuk

Riduan memiliki rekam panjang di Bank Mandiri. Setelah Bank Dagang Negara dilebur menjadi Bank Mandiri, Riduan melanjutkan kariernya di Bank Mandiri sejak 1999. Dia pernah bekerja sebagai auditor internal, head of internal control & compliance di Palembang, cast outlet manager, dan sebagainya.

Beberapa posisi strategis yang pernah dijabat:

  • Regional CEO II/Sumatera 2 (2016-2017)
  • Komisaris PT Mandiri Sekuritas (2018-2019)
  • Senior Executive Vice President Middle Corporate (2017-2019)
  • Direktur Commercial Banking (2019-2024)
  • Direktur Corporate Banking (2024-2025)
  • Wakil Direktur Utama (Maret-Agustus 2025)

Corporate Secretary Bank Mandiri M. Ashidiq Iswara menjelaskan bahwa penyesuaian susunan pengurus sebagai bagian dari strategi jangka panjang BUMN tersebut. Perubahan ini bertujuan untuk memperkuat struktur organisasi, meningkatkan sinergi antarfungsi, serta mempercepat pengambilan keputusan strategis.

Perubahan Jajaran Komisaris

Selain perubahan di jajaran direksi, Bank Mandiri juga menambah satu anggota Komisaris Independen dengan menunjuk Zulkifli Zaini untuk mengisi posisi tersebut.

Zulkifli Zaini bukan wajah baru di Bank Mandiri. Ia pernah menjabat Direktur Utama Bank Mandiri periode 2010-2013.

Selain itu, Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral () Yuliot ditunjuk sebagai komisaris baru menggantikan posisi yang sebelumnya kosong

Berikut susunan Komisaris terbaru:

  • Komisaris Utama: Kuswiyoto
  • Wakil Komisaris Utama: Zainuddin Amali
  • Komisaris Independen: Zulkifli Zaini (baru)
  • Komisaris: Yuliot

Rencana Buyback Saham

Bank Mandiri juga mengumumkan rencana pembelian kembali (buyback) saham senilai Rp 1,17 triliun. Rencana ini akan didanai melalui kas internal perusahaan dan bertujuan untuk meningkatkan nilai pemegang saham.

Buyback saham merupakan strategi korporasi untuk menunjukkan keyakinan manajemen terhadap valuasi saham yang dianggap undervalue. Langkah ini juga dapat meningkatkan Earnings Per Share (EPS) karena jumlah saham beredar berkurang.

Kinerja Keuangan 2024

Sepanjang tahun 2024, Bank Mandiri mencatat laba bersih konsolidasi sebesar Rp 55,8 triliun, naik 1,31 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Kinerja positif ini didukung oleh pertumbuhan kredit dan dana pihak ketiga yang signifikan.

Bank Mandiri konsisten menjaga Capital Adequacy Ratio di atas ketentuan minimum OJK sebesar 8%. Target CAR biasanya berada di kisaran 18-20%, memberikan ruang aman untuk ekspansi kredit sekaligus memitigasi risiko.

Baca Juga:  Cara Bikin Rekening BRI Simpedes Online 2026 via BRImo: Syarat KTP Langsung Aktif!

Direksi yang Bergabung ke Danantara

Perombakan ini juga menyusul sejumlah direksi Bank Mandiri (BMRI) yang telah ditunjuk sebagai pengurus Danantara, yakni Rohan Hafas dan Agus Dwi Handaya. Rohan sebelumnya menjabat sebagai Direktur Institutional Relations BMRI. Agus menjabat sebagai Direktur Compliance, Legal, and Human Capital Bank Mandiri.

Perpindahan direksi ke Danantara menunjukkan kontribusi SDM Bank Mandiri dalam mendukung holding BUMN investasi yang baru dibentuk pemerintah.

Dampak RUPS terhadap Harga Saham

Secara historis, pengumuman dividen dengan rasio tinggi cenderung mendongkrak harga saham dalam jangka pendek menjelang cum date. Fenomena ini dikenal sebagai “dividend run-up”, di mana investor berbondong-bondong membeli saham untuk mendapatkan dividen.

Setelah tanggal ex dividen, harga saham biasanya terkoreksi sebesar nilai dividen per lembar. Namun, koreksi ini sering kali bersifat sementara jika fundamental perusahaan tetap kuat.

Beberapa faktor yang menjaga sentimen positif:

  • Kejelasan digital melalui Livin’ dan Kopra
  • Stabilitas manajemen pasca-transisi kepemimpinan
  • Fundamental keuangan yang solid dengan CAR tinggi
  • Komitmen pada Good Corporate Governance (GCG)

Kontak dan Informasi Investor Relations

Untuk informasi resmi terkait hasil RUPS dan keterbukaan informasi lainnya:

  • Investor Relations: bankmandiri.co.id/investor-relations
  • Bursa Efek Indonesia: idx.co.id (keterbukaan informasi BMRI)
  • Call Center: 14000
  • Email Corporate Secretary: [email protected]

Pastikan selalu merujuk pada sumber resmi untuk menghindari informasi menyesatkan yang kerap beredar di media sosial terkait saham dan dividen.

Kesimpulan

Hasil RUPS Bank Mandiri sepanjang 2025 mencerminkan komitmen perseroan untuk terus tumbuh secara berkelanjutan. Dividen jumbo Rp 43,5 triliun dengan payout ratio 78% menunjukkan apresiasi terhadap pemegang saham. Sementara pergantian Direktur Utama dari Darmawan Junaidi ke Riduan menandai babak baru kepemimpinan Bank Mandiri.

Bagi investor, memahami keputusan RUPS adalah langkah penting dalam strategi investasi jangka panjang. Semoga informasi ini membantu dalam mengambil keputusan investasi yang lebih cerdas. Terima kasih sudah membaca!


Sumber dan Referensi:

  • Kompas.com
  • Tempo.co
  • Antara News
  • Bank Mandiri Investor Relations

Disclaimer: Informasi dalam artikel ini berdasarkan hasil RUPS Bank Mandiri yang digelar pada Maret dan Agustus 2025. Data dapat berubah sesuai kebijakan perseroan dan terbaru. Untuk keputusan investasi, disarankan melakukan riset mandiri dan berkonsultasi dengan penasihat keuangan profesional.