Di tengah derasnya arus dan tantangan modern, kisah seorang remaja bernama Raghil Agustina Mahardika menjadi inspirasi tersendiri. Ia bukan hanya seorang pelajar biasa, tapi juga seorang hafiz yang telah menyelesaikan hafalan 30 juz Al-Qur’an sejak usia belia. Prestasi ini membawanya mendapat perhatian khusus dari PT Timah (Persero) Tbk dalam bentuk beasiswa tahfiz Al-Qur’an. Dukungan ini diserahkan langsung oleh Direktur Utama PT Timah, Restu Widiyantoro, dalam agenda Safari Ramadan di Pemali, Kabupaten Bangka, Selasa, 24 Februari 2026.

Raghil bukan satu-satunya penerima beasiswa. Namun, kisahnya menarik karena ia bukan hanya hafiz, tapi juga aktif berkontribusi dalam dunia keagamaan. Ia mengajar di Rumah Tahfiz Raudotul Jannah, lembaga yang membina puluhan santri dari berbagai usia. Dengan pengalamannya, Raghil menjadi bukti bahwa generasi muda bisa seimbang antara akademik, keagamaan, dan pengabdian sosial.

Dukungan untuk Generasi Qurani

PT Timah (Persero) Tbk telah lama menjalankan yang berfokus pada pengembangan sumber daya manusia, khususnya di wilayah operasionalnya. Salah satu program yang rutin dijalankan adalah pemberian beasiswa kepada penghafal Al-Qur’an. Program ini tidak hanya memberikan bantuan finansial, tetapi juga bentuk apresiasi terhadap dedikasi para hafiz dalam menjaga dan menyebarkan nilai-nilai Al-Qur’an.

Baca Juga:  Safari Ramadan PT TIMAH Hadirkan Kebahagiaan untuk 150 Anak Yatim dan Guru Ngaji di Bangka Barat!

1. Penyerahan Beasiswa Tahfiz Al-Qur’an

Penyerahan beasiswa tahfiz Al-Qur’an ini dilakukan sebagai bagian dari rangkaian Safari Ramadan. Acara ini tidak hanya menjadi silaturahmi, tetapi juga sarana untuk memberikan apresiasi langsung kepada para penghafal Al-Qur’an. Dalam acara tersebut, Raghil bersama para penerima lainnya mendapatkan dukungan pendidikan yang akan membantu kelancaran studi mereka ke depan.

2. Seleksi Penerima Beasiswa

Seleksi penerima beasiswa dilakukan melalui tahapan yang ketat. Peserta umumnya adalah mereka yang telah menyelesaikan hafalan 30 juz dan memiliki riwayat aktif dalam kegiatan keagamaan seperti MTQ atau pengajaran di lembaga tahfiz. Raghil, misalnya, pernah mengikuti Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) yang dinilai oleh juri dari Kementerian Agama Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

3. Manfaat Beasiswa bagi Penerima

Beasiswa ini tidak hanya berupa , tetapi juga dukungan pendampingan dalam bentuk bimbingan akademik dan spiritual. Tujuannya agar penerima tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga tetap menjaga kualitas keilmuan keagamaan mereka.

Perjalanan Raghil Menjadi Hafiz

Raghil Agustina Mahardika mulai menekuni hafalan Al-Qur’an sejak usia dini. Dengan bimbingan dari keluarga dan guru-guru tahfiz, ia berhasil menyelesaikan hafalan 30 juz pada usia 13 tahun. Prestasi ini tidak datang begitu saja. Diperlukan kedisiplinan, komitmen, dan lingkungan yang mendukung.

1. Awal Mula Menjadi Hafiz

Raghil mulai belajar membaca Al-Qur’an sejak usia 6 tahun. Seiring waktu, ia mulai tertarik untuk tidak hanya membaca, tetapi juga menghafal. Dengan bimbingan guru tahfiz di lingkungan sekitar, ia mulai menyelesaikan hafalan juz demi juz secara bertahap.

2. Tantangan Selama Proses Hafalan

Proses menghafal 30 juz bukan perkara mudah. Raghil mengaku menghadapi berbagai tantangan, mulai dari kesulitan memahami makna ayat hingga menjaga konsistensi dalam mengulang hafalan. Namun, dengan tekun dan semangat, ia berhasil melewati semua itu.

Baca Juga:  Apple Hadirkan Laptop Terjangkau, Performa AI 3 Kali Lebih Cepat dari Sebelumnya!

3. Prestasi yang Diraih

Selain menjadi hafiz, Raghil juga aktif dalam berbagai ajang keislaman seperti MTQ. Partisipasinya ini tidak hanya memperkaya pengalamannya, tetapi juga membuka peluang untuk mendapatkan pengakuan dan dukungan dari berbagai pihak, termasuk PT Timah.

Peran Raghil dalam Dunia Pendidikan Keagamaan

Setelah menyelesaikan hafalan 30 juz, Raghil tidak berhenti di situ. Ia mulai aktif mengajar di Rumah Tahfiz Raudotul Jannah. Lembaga ini menjadi tempat bagi puluhan santri untuk belajar dan menghafal Al-Qur’an. Raghil percaya bahwa dengan membina generasi Qurani sejak dini, akan tercipta masyarakat yang lebih berakhlak dan berilmu.

1. Mengajar di Rumah Tahfiz

Raghil mengajar dengan penuh kesabaran dan dedikasi. Ia tidak hanya membimbing santri dalam menghafal, tetapi juga dalam memahami makna dan pesan dari ayat-ayat yang mereka hafal. Pendekatan ini membuat proses belajar mengajar menjadi lebih bermakna.

2. Membina Santri dari Berbagai Usia

Rumah Tahfiz Raudotul Jannah saat ini membina sekitar 47 santri dari berbagai usia. Mulai dari -anak hingga remaja, semuanya mendapat bimbingan yang sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan mereka. Raghil berperan penting dalam menjaga kualitas pendidikan di lembaga ini.

3. Menjadi Panutan Bagi Santri

Sebagai seorang hafiz dan pengajar, Raghil menjadi panutan bagi para santri. Kehidupan sehari-hari yang sederhana namun penuh semangat keislaman membuatnya dicintai dan dihormati oleh para muridnya.

Program Sosial PT Timah yang Mendukung Pendidikan

Program beasiswa tahfiz Al-Qur’an yang dijalankan PT Timah bukan satu-satunya bentuk dukungan sosial dari perusahaan ini. Dalam beberapa tahun terakhir, PT Timah juga aktif dalam berbagai program sosial lainnya yang berfokus pada pendidikan, , dan pemberdayaan masyarakat.

Baca Juga:  Drakor Terbaru Jisoo BLACKPINK dan Seo In Guk, Boyfriend on Demand: Sinopsis dan Spoiler Menarik!

1. Santunan Anak Yatim

Dalam rangkaian Safari Ramadan, PT Timah juga menyalurkan santunan kepada 150 anak yatim di wilayah Bangka. Program ini menjadi bentuk perhatian perusahaan terhadap kelompok rentan yang membutuhkan dukungan.

2. Penyaluran Sembako dan Penanaman Pohon

Selain santunan, PT Timah juga membagikan 600 paket kepada masyarakat. Di sisi lain, perusahaan juga menjalankan program penghijauan dengan menanam 200 pohon di lahan pascatambang sebagai bentuk dukungan terhadap petani lokal.

3. Peningkatan Kompetensi Guru

PT Timah juga aktif dalam program peningkatan kompetensi guru SD di Belitung Timur. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di tingkat dasar melalui pelatihan dan pendampingan.

Tabel: Rincian Program Beasiswa Tahfiz PT Timah

Nama Program Jumlah Penerima Bentuk Bantuan Tujuan
Beasiswa Tahfiz Al-Qur’an 107 pelajar Biaya pendidikan & bimbingan spiritual Mendukung penghafal Qur’an dalam studi dan pengabdian
Santunan Anak Yatim 150 anak Uang tunai Membantu kebutuhan sehari-hari anak yatim
Paket Sembako 600 keluarga Sembako Meringankan beban
Pelatihan Guru SD 50 guru Pelatihan & fasilitas pendidikan Meningkatkan kualitas pendidikan dasar

Harapan dan Dampak dari Program Ini

Program beasiswa tahfiz Al-Qur’an yang dijalankan PT Timah tidak hanya memberikan manfaat langsung kepada penerima, tetapi juga menciptakan dampak jangka panjang bagi masyarakat. Dengan mendukung para hafiz, perusahaan turut serta dalam membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga kuat secara spiritual.

Raghil adalah salah satu dari sekian banyak penerima beasiswa yang membuktikan bahwa dukungan ini benar-benar bermanfaat. Ia tidak hanya menjadi hafiz, tetapi juga pengajar dan panutan bagi banyak orang. Dengan begitu, manfaat dari program ini terus berkembang dan menyebar ke lingkungan sekitarnya.

Penutup

Kisah Raghil Agustina Mahardika adalah cerminan dari bagaimana dukungan yang tepat dapat membentuk generasi Qurani yang unggul dan bermanfaat bagi masyarakat. Program beasiswa tahfiz Al-Qur’an dari PT Timah bukan sekadar bentuk apresiasi, tetapi juga investasi jangka panjang dalam membangun masa depan bangsa.

Melalui berbagai program sosialnya, PT Timah terus berkontribusi dalam memajukan kualitas sumber daya manusia di wilayah operasionalnya. Semoga program-program seperti ini terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas lagi.

Disclaimer: Informasi dalam artikel ini berdasarkan data yang tersedia hingga Februari 2026. Program dan angka yang disebutkan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kebijakan perusahaan dan kondisi lapangan.